Paus Fransiskus
Kardinal Reina dan Umat Katolik Doa Rosario Mengenang Paus Fransiskus di Basilika St Maria Maggiore
Pada malam ketiga, Rabu (23/4/) sejak kematian Paus Fransiskus pada Senin pagi (21/4), umat berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/doa-rosarioa-depan-basilika.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, VATIKAN- Pada malam ketiga sejak kematian Paus Fransiskus pada Senin pagi (21/4/2025), umat berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Maggiore.
Kardinal Baldassare Reina Imam Agung Basilika Santo Yohanes Lateran, memimpin doa Rosario malam ketiga iniuntuk mengenang Paus Fransiskus di Basilika kepausan dan bagi peristirahatan abadi jiwa Paus Fransiskus.
Kardinal Baldassare Reina, membuka liturgi dengan menghibur umat beriman, mengingatkan mereka bahwa seperti para murid di Emaus, sering kali mata juga bisa terhalang untuk mengenali Yesus di saat-saat pencobaan.
“Pengalaman Paskah membawa tanggapan yang selalu baru bagi mereka yang mempertanyakan makna penderitaan dan kematian”, kata Kardinal.
Dia mengundang umat beriman, pada saat kesedihan ini, untuk berdoa kepada Santa Perawan Maria, Salus Populi Romani, memintanya untuk membantu kita mengubah rasa sakit ini menjadi harapan dan untuk percaya bahwa hidup - bukan kematian - adalah kata terakhir”.
Baca juga: Wafatnya Paus Fransiskus, Takhta Lowong hingga Pemilihan Penerus Santo Petrus yang Baru
Surat Wasiat Bapa Suci Fransiskus
Dalam Nama Tritunggal Mahakudus. Amin.
Ketika saya merasakan bahwa senja kehidupan duniawi saya semakin mendekat, dan dengan harapan yang teguh pada Kehidupan Abadi, saya ingin mengungkapkan keinginan terakhir saya mengenai tempat pemakaman saya.
Saya selalu mempercayakan hidup saya dan pelayanan imamat dan keuskupan saya kepada Bunda Tuhan kita, Maria Yang Mahakudus. Oleh karena itu, saya meminta agar jasad saya yang fana ini beristirahat, menunggu hari kebangkitan, di Basilika Kepausan Santo Maria Mayor.
Saya berharap bahwa perjalanan terakhir saya di dunia ini berakhir tepat di tempat suci Maria kuno ini, di mana saya pergi untuk berdoa di awal dan akhir setiap Perjalanan Kerasulan untuk dengan setia mempercayakan niat saya kepada Bunda Maria Tak Bernoda dan untuk bersyukur atas perawatannya yang lembut dan keibuan.
Saya meminta agar makam saya disiapkan di ceruk pemakaman di bagian samping antara Kapel Paulus (Kapel Salus Populi Romani) dan Kapel Sforza di Basilika Kepausan yang telah disebutkan di atas, seperti yang ditunjukkan dalam denah terlampir.
Baca juga: Jenazah Paus Fransiskus Dimakamkan Sabtu 26 April 2025 di Basilika Santa Maria Maggiore