Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Sabtu 26 April 2025, Pergilah ke Seluruh Dunia
Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 26 April 2025. Tema renungan harian Katolik pergilah ke seluruh dunia.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
Lalu Maria Magdalena pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
Tetapi ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari para murid, ketika keduanya dalam perjalan ke luar kota.
Ketika mereka kembali dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan.
Yesus mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Perintah untuk pergi itu berarti sebuah tugas sekaligus tanggung jawab yang diembankan kepada orang yang diperintah untuk pergi. Maka perintah untuk pergi ke seluruh dunia adalah sebuah tugas sekaligus tanggung jawab moral yang harus dilakukan oleh semua orang yang diperintahkan untuk pergi.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pada hari Sabtu dalam Oktaf Paskah, kita merenungkan bacaan dari Kisah Para Rasul dan Injil Markus dengan tema "Pergilah ke seluruh dunia." Tema ini mengajak kita untuk memahami panggilan kita sebagai pengikut Kristus untuk mewartakan Injil kepada semua orang. Dari bacaan I: Kis. 4: 13-21, kita melihat bagaimana Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi setelah menyembuhkan seorang laki-laki yang lumpuh. Para pemimpin agama terkejut melihat keberanian mereka, meskipun mereka adalah orang biasa yang tidak terpelajar. Mereka mengenali bahwa Petrus dan Yohanes adalah pengikut Yesus.
Ketika para pemimpin itu mengancam mereka agar tidak berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus, Petrus dan Yohanes menjawab dengan tegas bahwa mereka tidak dapat tidak berbicara tentang apa yang telah mereka lihat dan dengar. Ini menunjukkan keberanian dan komitmen mereka untuk mewartakan Injil meskipun menghadapi ancaman. Sedangkan dalam bacaan Injil: Mrk. 16: 9-15, kita membaca tentang penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya.
Yesus pertama kali menampakkan diri kepada Maria Magdalena, yang kemudian memberitahukan kepada para murid. Namun, mereka tidak percaya pada berita kebangkitan yang dibawa oleh Maria. Selanjutnya, Yesus menampakkan diri kepada dua murid yang sedang dalam perjalanan dan kemudian kepada sebelas murid yang sedang makan. Dia mencela ketidakpercayaan mereka dan memberi mereka perintah yang sangat penting: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!" (Mrk. 16:15). Ini adalah amanat agung yang menegaskan misi kita sebagai pengikut Kristus untuk menyebarkan kabar baik kepada semua orang.
Permenungan kita dalam refleksi tema "Pergilah ke seluruh dunia" mengajak kita untuk merenungkan tanggung jawab kita sebagai saksi Kristus. Seperti Petrus dan Yohanes, kita juga dipanggil untuk bersaksi tentang pengalaman kita dengan Yesus, meskipun kita mungkin merasa tidak layak atau tidak terlatih. Keberanian mereka dalam menghadapi ancaman harus menjadi inspirasi bagi kita untuk tidak takut dalam mewartakan iman kita. Kita juga diingatkan bahwa kebangkitan Yesus adalah berita baik yang harus disebarkan. Ketidakpercayaan para murid setelah mendengar berita kebangkitan menunjukkan bahwa iman sering kali membutuhkan waktu untuk berkembang. Namun, kita dipanggil untuk terus memberitakan Injil, membawa harapan dan keselamatan kepada dunia yang membutuhkan.