Minggu, 17 Mei 2026

Viral Lokal

Viral Video Semburan Lumpur dan Gas, Kepala Desa Napan TTU: di Timor Leste 

Video semburan lumpur dan gas tersebut benar terjadi, namun berada di wilayah Saben, Negara Demokratik Timor Leste Distrik Oecusse.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Viral Video Semburan Lumpur dan Gas, Kepala Desa Napan TTU: di Timor Leste 
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON 
SEMBURAN - Lokasi semburan lumpur dan gas di wilayah Negara Timor Leste terpantau dari Patok Perbatasan Negara Indonesia, Kamis 1 Mei 2025. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi menyebut video viral berisikan narasi tentang adanya semburan lumpur dan gas yang terjadi di wilayah Desa Napan Republik Indonesia adalah informasi bohong.

Video semburan lumpur dan gas tersebut benar terjadi, namun berada di wilayah Saben, Negara Demokratik Timor Leste Distrik Oecusse.

Ia menegaskan bahwa, kejadian ini terjadi setiap tahun di titik yang sama. Namun, selalu beredar informasi bahwa terjadi di wilayah Napan. Lokasi tersebut berada di wilayah kedaulatan Negara Timor Leste.

Baca juga: Pasien Asal Timor Leste Tewas Diduga Akhiri Hidupnya Sendiri di RSUD Atambua NTT

 

"Video semburan lumpur dan gas yang beredar di media sosial itu dalam bahasa daerah Dawan disebut Oe Poto itu ada tetapi ada di wilayah Timor Leste," ujarnya saat ditemui POS-KUPANG.COM, Kamis, 1 Mei 2025.

Ia menegaskan bahwa, titik semburan lumpur dan gas itu berada tak jauh dari garis perbatasan Negara Indonesia. Jarak antara titik semburan dan patok Perbatasan Indonesia sekitar 100 sampai 200 meter.

Semburan lumpur ini juga terjadi di wilayah Desa Napan. Namun, terjadi di dalam skala kecil. Semburan lumpur ini meleleh dan membentuk gundukan lumpur yang mengeras.

Semburan lumpur di wilayah Desa Napan ini terjadi di sekitar halaman dan di belakang Kantor Camat Bikomi Utara. 

Biasanya, semburan lumpur terjadi ketika hujan lebat mengguyur wilayah Desa Napan dalam kurun waktu beberapa hari.

Masyarakat setempat memandang semburan lumpur tersebut sebagai sesuatu yang lumrah. 

Pasalnya, fenomena terjadi sejak leluhur mereka menempati lokasi tersebut dahulu kala.

Dikatakan Wendelinus, semburan lumpur ini tidak mengancam rumah warga. Pasalnya, lokasinya jauh dari pemukiman warga. 

Lokasi tersebut merupakan lahan kosong yang biasa digunakan warga untuk memberi makan ternak mereka.

"Sejauh ini tidak berbahaya dan tidak ada korban akibat semburan lumpur ini," ujar Wendelinus.

Warga setempat menganggap munculnya semburan lumpur atau Oe Poto ini sebagai pertanda turunnya hujan (mulai memasuki musim hujan) atau berakhirnya musim hujan. Fenomena ini terjadi setiap tahun. (bbr)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved