Minggu, 12 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Mei 2025, Memelihara Rahmat Baptisan

Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 10 Mei 2025. Tema renungan harian Katolik memelihara rahmat baptisan.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Mei 2025, Memelihara Rahmat Baptisan
TRIBUNFLORES.COM / HO-IYAND ATA RANGGA
GEREJA PAROKI STA.THERESIA MBATA - Gereja Paroki Santa Theresia Mbata di Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur. Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 10 Mei 2025. Tema renungan harian Katolik memelihara rahmat baptisan. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 10 Mei 2025.

Tema renungan harian Katolik memelihara rahmat baptisan.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk hari Sabtu biasa Pekan III Paskah, Peringatan fakultatif Santo Yohanes dari Avila, Pujangga Gereja, Santo Antonius, Uskup dan Pengaku Iman, Santo Gordianus dan Epimakus, Martir, dengan warna liturgi putih.

Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Teks Misa Minggu 11 Mei 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 10 Mei 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kis 9:31-42

Jemaat dibangun, dan jumlahnya makin bertambah besar, oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Selama beberapa waktu setelah Saulus bertobat, jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. Di situ didapatinya seorang bernama Eneas,

yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Kata Petrus kepadanya, “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.

Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita, dalam bahasa Yunani: Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal.

Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. Adapun Lida dekat dengan Yope. Maka ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan, “Segeralah datang ke tempat kami.”

Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas,

dan semua janda datang berdiri di dekatnya. Sambil menangis, mereka menunjukkan kepada Petrus semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved