Minggu, 3 Mei 2026

Penemuan Mayat di Kupang

Seorang Pegawai BUMN Ditemukan Tewas di Kontrakan Perumahan RSS Baumata, Kupang NTT

Pria yang ditemukan dalam sebuah rumah tersebut di duga kuat meninggal karena akhiri hidupnya sendiri.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Seorang Pegawai BUMN Ditemukan Tewas di Kontrakan Perumahan RSS Baumata, Kupang NTT
POS.KUPANG/HO-POLISI
POLISI OLAH TKP- Polisi lakukan olah TKP di Lokasi penemuan mayat seorang pria, yang ditemukan di sebuah rumah Kontrakan di Kompleks RSS Baumata, Kamis (8/5) pagi.  

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

TRIBUNFLORES.COM, OELAMASI - Warga perumahan RSS Baumata di RT 05 RW 02, Blok C, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, digemparkan dengan penemuan mayat seorang pria, di sebuah rumah kontrakan di Kompleks RSS Baumata, Kamis (8/5) pagi. 

Pria yang ditemukan dalam sebuah rumah tersebut di duga kuat meninggal karena gantung diri. 

Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K.,S.H melalui Kapolsek Kupang Tengah Ipda Muhammad Ciputra Abidin, S.Tr.K., S.H., M.Si membenarkan adanya kejadian tersebut. 

Menurut Ipda Muhammad, korban diketahui bernama Dolly Sukma Nainggolan (32) yang bekerja sebagai karyawan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca juga: 5 Hari Hilang, 9 Nelayan Kupang Ditemukan di Perairan Barat Daya Pulau Sabu, NTT

 

Korban diketahui berasal dari kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) dan tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut. 

Penemuan mayat ini bermula ketika rekan kerja korban, Misi Pranata Tuahta Perangin-Angin, menerima telepon dari ibu korban yang berada di Medan. 

Sang ibu dalam teleponnya menyampaikan bahwa sejak hari Rabu (7/5) ia kehilangan kontak dengan korban.

Karena kehilangan kontak dengan anaknya, ibu korban meminta saksi sekaligus rekan kerja korban untuk mengecek keberadaan anaknya di tempat tinggalnya. 

Misi Pranata, yang mendapatkan informasi tersebut langsung bergegas menuju rumah Dolly Sukma, rekan kerjanya. 

Setibanya dilokasi, pukul 07.30 Wita, tepatnya di rumah korban, Misi Pranata, sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari dalam rumah, dengan kondisi rumah yang terkunci. 

Saat hendak kembali ke kantor, saksi menerima telepon dari istri korban yang berada di Ambon, untuk meminta mengecek korban dengan melihat melalui ventilasi rumahnya. 

Saat saksi melihat melalui ventilasi rumah korban, ia mendapati korban telah tergantung dengan sehelai kain seprei yang terikat di lehernya. 

Mendapati temuan tersebut, saksi pun segera melapor ke ketua RT dan diteruskan ke Polsek Kupang Tengah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved