Selasa, 14 April 2026

Munas LP3KN

Buka Munas LP3KN, Menag Nasaruddin Umar Sebut LP3KN Sebagai 'Bengkel Spiritual'

"LP3KN ini adalah semacam bengkel spiritual, pusat kreativitas rohani hati yang sedang rusak karena berbagai macam

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Buka Munas LP3KN, Menag Nasaruddin Umar Sebut LP3KN Sebagai 'Bengkel Spiritual'
TRIBUNFLORES.COM/TRIBUNEWS.COM
PUKUL GONG - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memukul gong tanda resmi dibukanya Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (Munas III LP3K) yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025) malam. 

TRIBUNFLORES.COM, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut LP3KN sebagai "bengkel spiritual" yang mampu memperbaiki hati dan jiwa yang rusak akibat berbagai pengaruh negatif, termasuk virus sosial dan globalisasi. 

Hal ini beliau sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (Munas III LP3KN) tersebut yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025) malam.

Menurutnya, tradisi keagamaan seperti yang diusung LP3KN perlu terus dikembangkan sebagai bentuk pendidikan karakter dan pusat kreativitas rohani.

"LP3KN ini adalah semacam bengkel spiritual, pusat kreativitas rohani hati yang sedang rusak karena berbagai macam virus sosial masyarakat, virus globalisasi itu harus diperbaiki oleh lembaga-lembaga tradisi keagamaan," jelasnya.

 

Baca juga: Tiba di Indonesia, Paus Fransiskus Disambut Menag hingga Kardinal Suharyo di Bandara Soetta

 

 

Nasaruddin dalam sambutannya mengapresiasi filosofi dan spirit di balik terbentuknya LP3K Nasional (LP3KN) yang dinilainya bukan sekadar ajang syiar keagamaan, tetapi juga sebagai wadah penghayatan spiritual melalui liturgi dan nyanyian-nyanyian suci.

"Saya ingin menganggap bahwa Pesparani itu bukan hanya sekadar ajang syiar, tetapi lebih dari itu, sebuah penghayatan dari sebuah liturgi atau nyanyian-nyanyian suci keagamaan," ujar Nasaruddin.

"Yang bisa membersihkan suasana kebatinan kita, bisa meluruskan jalan pikiran yang mungkin bengkok, bisa meneguhkan langkah-langkah yang mungkin lunglai, dan juga melembutkan jiwa yang sedang mengeras," sambungnya. 

Nasaruddin berharap LP3KN bisa menjadi jembatan dialog antarumat beragama, mempererat hubungan antara ajaran agama dengan para pemeluknya, dan mencegah adanya kepribadian ganda dalam praktik kehidupan spiritual dan duniawi.

"Kita berharap tradisi-tradisi keagamaan seperti LP3KN ini harus memberikan dampak yang sangat luhur dalam diri kita masing-masing. Juga menjadi jembatan dialog untuk mempertemukan rekan-rekan kita yang berbeda iman," tutupnya.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved