Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 19 Mei 2025, Mari Menaati Perintah
Mari simak renungan harian Katolik Senin 19 Mei 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu mari menaati perintah.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Katolik-Yesus-Kerahiman-Ilahi-Aeramo-di-Kabupaten-Nagekeo.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Senin 19 Mei 2025.
Tema renungan harian Katolik yaitu mari menaati perintah.
Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Hari Senin 19 Mei 2025 merupakan hari Senin biasa Pekan V Paskah, Santo Petrus Salestinus, Paus dan Pengaku Iman, Santo Dunstan, Uskup dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Senin 19 Mei 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Adapun bacaan liturgi Katolik kari Senin 19 Mei 2025 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 14:5-18
Waktu Paulus dan Barnabas berada di Ikonium, orang-orang Ikonium yang telah mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari Paulus dan Barnabas dengan batu.
Setelah mengetahuinya, menyingkirlah rasul-rasul itu ke kota-kota Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. Di situ mereka memberitakan Injil.
Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya; ia lumpuh sejak dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Paulus menatap dia, dan melihat bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
Lalu kata Paulus dengan suara nyaring, “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian kemari. Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia, “Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.”
Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena Paulus yang berbicara. Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
Mendengar itu, Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru, “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian?
Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu! Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.