Gunung Lewotolok Erupsi
Waspada Banjir Lahar, Gunung Api Lewotolok Lembata 58 Kali Gempa Letusan
Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Rabu 21 Mei 2025, periode 00:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Lewotolok-Lembata-Alami-46-Kali-Gempa-Letusan-Waspada-Banjir-Lahar-dari-Kawah.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Rabu 21 Mei 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau waspada.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 24-31°C,"tulis Pugel dikutip dari laman magma.esdm.go.id Kamis 22 Mei 2025 pagi.
Baca juga: 24 Jam Terakhir, Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Flores Timur Alami 4 Kali Gempa Hembusan
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 58 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 15.6-40 mm, dan lama gempa 47-52 detik.
202 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3.3-19.5 mm, dan lama gempa 17-55 detik.
4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.7-7.4 mm, S-P 0.4-1 detik dan lama gempa 9-13 detik.
1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 40 mm, S-P 14 detik dan lama gempa 82 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Gunung Lewotolok Lembata 1 Kali Gempa Erupsi 43 Gempa Hembusan |
|
|---|
| Rumah dan Lahan Pertanian Warga 7 Desa di Lembata Terdampak Abu Vulkanik Gunung Lewotolok |
|
|---|
| Gunung Lewotolok Lembata 2 Kali Erupsi Senin Pagi, Tinggi Kolom Abu Capai 500 Meter |
|
|---|
| Gunung Lewotolok di Lembata Erupsi, Kolom Abu Capai 300 Meter |
|
|---|
| Status SIAGA, Gunung Lewotolok NTT 58 Kali Gempa Letusan 103 Kali Gempa Hembusan |
|
|---|