Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok di Lembata Erupsi, Kolom Abu Capai 300 Meter
Tinggi kolom letusan Gunung Lewotolok, Rabu (7/1/2026) teramati mencapai300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/ERUPSI-LEWOTOLOK-RABU-7.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (7/1/2026) pukul 11.52 WITA. Tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut.
- Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18,2 mm dan durasi 33 detik, menandakan masih berlangsungnya aktivitas vulkanik di gunung api tersebut.
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA- Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (7/1/2026) pukul 11.52 WITA.
Dalam laporan tertulis yang dibuatPengamat Gunung Api, Stanislaus Ara Kian, disebutkan bahwa tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang terpantau condong ke arah timur.
Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18,2 mm dan durasi 33 detik, menandakan masih berlangsungnya aktivitas vulkanik di gunung api tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gunung Api Ili Lewotolok Lembata Meletus Pagi Ini
Sehubungan dengan erupsi itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan kepada masyarakat dan pengunjung.
Saat ini status aktivitas Gunung Lewotolok berada pada Level Waspada (II). Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok serta pendaki dan wisatawan diimbau tidak memasuki wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas, serta radius sektoral sejauh 2,5 kilometer pada sektor selatan–tenggara dan barat dari kawah.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas yang berpotensi terjadi di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.
Baca juga: Paus Leo XIV Tutup Pintu Suci Basilika St Petrus, Tahun Yubileum Harapan 2025 Berakhir
Masyarakat juga diimbau tidak panik apabila mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah, karena hal tersebut merupakan karakteristik gunung api yang sedang mengalami erupsi.
PVMBG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, atau langsung dengan Badan Geologi di Bandung, untuk memperoleh informasi terkini.
Perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok juga dapat dipantau melalui aplikasi dan laman Magma Indonesia, serta media sosial dan situs resmi Badan Geologi. (sumber: magma.esdm.go.id/KAN)
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News