Berita Ende
Dana Desa Tergerus Akibat Nama Desa Wolotopo Timur di Ende NTT Berubah
Nama asli desa yang seharusnya "Wolotopo Timur" berubah menjadi "Wolotolo Timur" dalam sistem digital, padahal tidak pernah ada desa bernama Wolotolo
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/DESA-WOLOTOPO-TIMUR-Desa-Wolotopo-Timur.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Warga Desa Wolotopo Timur, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menghadapi persoalan serius akibat perubahan nama desa di berbagai sistem aplikasi pemerintahan sejak tahun 2020.
Nama asli desa yang seharusnya "Wolotopo Timur" berubah menjadi "Wolotolo Timur" dalam sistem digital, padahal tidak pernah ada desa bernama Wolotolo Timur di wilayah Kabupaten Ende.
Perubahan nama yang diduga terjadi karena kesalahan input huruf pada sistem Indeks Desa Membangun (IDM) itu berdampak besar terhadap kehidupan sosial, administrasi, hingga bantuan keuangan desa.
Penjabat Kepala Desa Wolotopo Timur, Martinis V. Laka, kepada TribunFlores.com, Senin (26/5/2025), mengungkapkan, salah satu akibat perubahan nama desa di sistem aplikasi tersebut yakni berkurangnya dana desa di Desa Wolotopo Timur tiga tahun terakhir.
Baca juga: Komisi I DPRD Ende Kaget Nama Desa Wolotopo Timur Berubah, Ansel: Kami Belum Dapat Informasi
Pada tahun 2023, Wolotopo Timur menerima dana sebesar Rp 900 juta, namun anggaran tersebut terus menurun menjadi Rp 800 juta pada 2024 dan hanya Rp 600 juta di tahun 2025.
“Penurunan dana desa ini bisa saja akibat perubahan data penduduk. Salah satu indikator besaran dana desa adalah jumlah penduduk dan luas wilayah,” jelas Martinis.
Saat ini, dari total lebih dari 1.300 jiwa atau sekitar 250 Kepala Keluarga (KK), setengah di antaranya sudah mengganti dokumen kependudukan mereka mengikuti nama yang tercantum di sistem, yaitu "Desa Wolotolo Timur", agar tetap bisa mengakses bantuan sosial dan layanan lainnya dan menghindar dari masalah lain yang akan timbul dikemudian hari.
Namun ironisnya, mereka tetap tinggal di wilayah Desa Wolotopo Timur, menciptakan kondisi yang membingungkan baik secara administratif maupun hukum.
Salah satu warga Desa Wolotopo Timur yang kini sudah mengantongi dokumen kependudukan Desa Wolotopo namun masih berdomisili di Desa Wolotopo Timur mengaku, dampak paling sederhana yang kini dirasakan warga setempat yakni saat memesan barang lewat online.
"Saya sekarang pakai identitas Desa Wolotopo, saya warga Wolotopo Timur tapi di KK dan KTP Desa Wolotopo karena kebetulan waktu saya urus Disdukcapil karena tidak konek, masuknya malah di Desa Wolotolo Timur, saya rasa janggal sekali soalnya mau masuk Wolotopo Timur tidak bisa, mendingan saya ke Desa Wolotopo saja," ungkap dia.
"Contoh yang paling sederhana itu pesan barang online, barang-barang itu lebih banyak di kirim ke alamat di Wolotolo Timur orang atau yang antar barang itu antarnya di Wolotolo sampai disana tanya Wolotolo Timur tidak ada, itu dampak yang ada sekarang, yang lain-lain belum tahu tapi pasti akan ada dampak yang lebih besar," tambah salah satu warga Desa Wolotopo Timur yang enggan menyebut identitasnya itu.
Padahal, secara geografis, Desa Wolotopo Timur merupakan salah satu desa di Kecamatan Ndona tepatnya ke arah Selatan Kota Ende dan Desa Wolotolo sendiri merupakan salah satu desa di Kecamatan Detusoko tepatnya di ruas Jalan Trans Flores atau ke arah Timur Kota Ende. Di Kabupaten Ende sendiri tidak ada nama Desa Wolotolo Timur.
Ia mengaku, terpaksa pindah penduduk ke Desa Wolotopo untuk menghindari masalah yang terjadi di kemudian hari mengingat saat ini anak-anaknya masih bersekolah.
"Saya tidak pindah dari Desa Wolotopo Timur, hanya KK dan KTP nya masuk Desa Wolotopo, jadi waktu Pemilu dan Pilkada kemarin, saya pilih di desa sebelah, Desa Wolotopo," ujar dia.
| Rumah di Jalan Irian Jaya, Ende Digusur, Pemilik: Kami Punya Surat Hibah dari SVD |
|
|---|
| Gusur Rumah di Jalan Irian Jaya, PMKRI Ende Nyaris Bentrok Dengan Aparat |
|
|---|
| Penggusuran Rumah di Ende, Pemilik Ungkap Pernah Kerja Keras untuk Deo-Do |
|
|---|
| Pemda Ende Gusur Rumah Warga, Camat: Kalau Ada Yang Keberatan, Gugat Pemerintah |
|
|---|
| Hardiknas 2026 di Ende, Bupati Ende Beberkan Banyak Sekolah Bocor, Gaji Guru Honorer Rendah |
|
|---|