Hari Raya Kenaikan Tuhan
Teks Misa Kamis 29 Mei 2025 Hari Raya Kenaikan Lengkap Renungan Harian Katolik
Mari simak teks misa Kamis 29 Mei 2025 lengkap renungan harian katolik. Teks misa disiapkan untuk misa hari raya kenaikan Tuhan.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Katedral-Kupang-NTT.jpg)
Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa Kamis 29 Mei 2025 lengkap renungan harian katolik.
Teks misa disiapkan untuk misa hari raya kenaikan Tuhan.
Teks misa disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
Ikuti misa hari raya kenaikan dengan penuh iman.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 27 Mei 2025, Kita Butuh Penolong
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib.
Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian.
Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.
Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah;
NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari ini, setelah kurang lebih 40 hari setelah kebangkitan Yesus, kita merayakan kenaikan-Nya ke surga. Bacaan-bacaan yang akan kita dengarkan sebentar berbicara tentang peristiwa kenaikan ini. Namun, bacaan-bacaan tersebut mengisahkan juga tentang apa yang harus dibuat oleh para murid Yesus setelah kenaikan-Nya. Mereka diutus untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh Yesus. Kita juga diutus untuk melanjutkan karya penyelamatan yang telah dimulai oleh Yesus. Dia pergi agar kita bisa mulai memberikan kesaksian hidup yang menyelamatkan semua orang. Mari kita siapkan hati kita agar kita layak merayakan peristiwa keselamatan ini. Kita hening sejenak merasakan kedatangan Tuhan pada saat ini, yang mengundang kita untuk menjadi saksi-Nya. [hening sejenak]