Senin, 20 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Jumat 30 Mei 2025, Merampas Kegembiraan

Mari simak renungan harian Katolik Jumat 30 Mei 2025. Tema renungan harian Katolik merampas kegembiraan dari padamu.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Jumat 30 Mei 2025, Merampas Kegembiraan
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD.Mari simak renungan harian Katolik Jumat 30 Mei 2025. Tema renungan harian Katolik merampas kegembiraan dari padamu. 

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Jumat 30 Mei 2025.

Tema renungan harian Katolik merampas kegembiraan dari padamu.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari Jumat 30 Mei 2025 merupakan Hari Jumat biasa Pekan VI Paskah, Santo Feliks I, Paus, Martir dan Pengaku Iman, Santa Baptista Varani OSC Cap, Biarawati, Santo Ferdinandus dari Kastilia, Pengaku Iman, Santa Jeanne d’Arc, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 30 Mei 2025, Jangan Takut dengan Salib Kehidupan Kita

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 30 Mei 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 18:9-18

Ketika Paulus ada di kota Korintus, Tuhan berfirman kepadanya pada suatu malam di dalam suatu penglihatan, “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!

Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”

Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan, dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.

Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di propinsi Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus.

Mereka membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka, “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.”

Ketika Paulus hendak memulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu, “Hai orang-orang Yahudi, sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu.

Tetapi dalam hal ini adalah perselisihan tentang perkataan, nama, atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.”

Lalu Galio mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka semua orang menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved