Kamis, 4 Juni 2026

Pelecehan Seksual di Sabu Raijua

Puluhan Siswa SD di Sabu Raijua NTT Jadi Korban Pelecehan

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena buka suara dengan dugaan pelecehan oknum guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sabu Raijua terhadap

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Puluhan Siswa SD di Sabu Raijua NTT Jadi Korban Pelecehan
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
GUBERNUR NTT - Gubernur NTT Melki Laka Lena buka suara terhadap dugaan pelecehan seksual oleh seorang guru terhadap puluhan siswa SD di Kabupaten Sabu Raijua. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  -Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena buka suara dengan dugaan pelecehan oknum guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sabu Raijua terhadap puluhan siswa. 

Waketum DPP Golkar ini berang dengan ulah dari seorang tenaga pengajar itu. Menurut dia, 
tindakan seperti itu tidak bisa ditoleransi dan mencoreng dunia pendidikan sekaligus melukai martabat perempuan dan anak-anak di NTT.

“Kita dengar kemarin ada seorang guru SD di Sabu Raijua. Ini kejadian lagi, berurutan. Guru SD itu memutar video porno di ruang kelas SD. Nah, begini-begini masih ada di NTT ini,” ujarnya, Jumat (30/5/2025) lalu. 

Baca juga: Putra Nagekeo FA dan Tunas Muda Sabet Juara Liga Anak Indonesia Qristimewa Regional NTT

 

Politikus Golkar itu mengatakan, kasus pelecehan yang melibatkan pendidik adalah bentuk pelanggaran berat terhadap nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kalau bisa, kita nolkan kejadian seperti ini di NTT. Kita punya provinsi harus jadi contoh dalam menjaga kehormatan anak-anak dan perempuan. Tidak boleh ada satu pun SMP atau SD milik provinsi yang punya model seperti ini,” ujarnya. 

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menegaskan, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan mendidik, bukan tempat di mana anak-anak malah terpapar konten merusak.

Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), kata dia, agar meng-atensi sekaligus memberi perhatian khusus dalam seleksi dan evaluasi tenaga pendidik. Terkhusus, aspek integritas dan moralitas. 

“Cukup sudah dengan banyak kejadian yang membuat kita sedih. Kita tidak bisa lagi mentolerir pelanggaran-pelanggaran yang melecehkan harga diri manusia, khususnya perempuan dan anak-anak di NTT,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Melki menceritakan perjuangan ibu-ibu perihal hak kehormatan perempuan dan anak-anak NTT. Bagi dia, jejak perjuangan itu adalah simbol ketangguhan dalam berbagai persoalan. 

“Lihat ibu Asti Laka Lena dan  ibu Vera Asadoma mereka sangat semangat dalam memperjuangkan hak dan kehormatan kaum perempuan dan anak-anak di NTT. Saya ingat satu hal, mereka punya pesan: tolong jaga kemuliaan, martabat, dan kehormatan dari ibu-ibu dan anak-anak NTT," ujarnya. (fan) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved