Sabtu, 25 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 6 Juni 2025, Jangan Selektif Membantu Orang Lain

Mari simak renungan harain Katolik Jumat 6 Juni 2025. Tema renungan harian Katolik jangan selektif membantu orang lain.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Jumat 6 Juni 2025, Jangan Selektif Membantu Orang Lain
TRIBUNFLORES.COM / HO-ARJAN
RENUNGAN HARIAN KATOLIK - Gereja Katolik Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo di Kabupaten Nagekeo.Mari simak renungan harain Katolik Jumat 6 Juni 2025. Tema renungan harian Katolik jangan selektif membantu orang lain. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Jumat 6 Juni 2025.

Tema renungan harian Katolik jangan selektif membantu orang lain.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari Jumat 6 Juni 2025 merupakan hari Jumat biasa Pekan VII Paskah, Peringatan fakultatif Santo Norbertus, Uskup dan Pengaku Iman, Santo Filipus, Diakon dan Penginjil, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 6 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Jumat 6 Juni 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 25:13-21

Waktu Paulus ditahan dalam penjara di kota Kaisarea, datanglah Raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Festus.

Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya, “Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Gubernur Feliks pada waktu dia pergi.

Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu.

Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang perbuatan jahat, seperti yang telah aku duga.

Mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang yang bernama Yesus, yang sudah mati, tetapi dengan yakin Paulus mengatakan bahwa Ia hidup.

Karena aku ragu-ragu bagaimana harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah Paulus mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ.

Tetapi Paulus naik banding, Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan, dan menunggu sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved