Jumat, 24 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Kamis 12 Juni 2025, Tetapi Aku Berkata Kepadamu

Mari simak renungan harian Katolik Kamis 12 Juni 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu tetapi aku berkata kepadamu.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Kamis 12 Juni 2025, Tetapi Aku Berkata Kepadamu
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD.Mari simak renungan harian Katolik Kamis 12 Juni 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu tetapi aku berkata kepadamu. 

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Kamis 12 Juni 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu tetapi aku berkata kepadamu.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari Kamis 12 Juni 2025 merupakan hari Kamis biasa, pesta fakultatif Santo Yohanes Fakundus, pengaku iman, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 12 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 12 Juni 2025, Rendah Hati

 

Bacaan Pertama 2 Korintus 3:15-4:1.3-6

Saudara-saudara, memang benar, setiap kali orang-orang Israel membaca kitab Musa ada selubung yang menutup hati mereka, sampai pada hari ini. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan dengan muka yang tidak terselubung kita semua mencerminkan kemuliaan Allah. Dan karena kemuliaan itu datang dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. Jika Injil yang kami wartakan masih tetap tertutup maka hanya tertutup untuk mereka yang akan binasa,

yaitu orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang tidak lain adalah gambaran Allah sendiri.

Sebab yang kami wartakan bukan diri kami sendiri! Yang kami wartakan adalah Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan kami sendiri sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah bersabda, “Dari dalam gelap akan terbit terang!”

Dialah juga yang membuat terang-Nya bercahaya dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 85:9ab-10.11-12.13-14

Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.

Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.

Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil Matius 13:34

Ref. Alleluya.

Perintah baru Kuberikan kepada kalian, sabda Tuhan, yaitu supaya kalian saling mengasihi, sebagaimana Aku telah mengasihi kalian. Alleluya.

Bacaan Injil Matius 5:20-26

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kalian telah mendengar apa yang disabdakan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya, harus dihukum!

Barangsiapa berkata kepada saudaranya: ‘Kafir!’ harus dihadapkan ke mahkamah agama, dan siapa yang berkata: ‘Jahil!’ harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dia di tengah jalan, supaya lawanmu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Katolik

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam sejahtera untuk kita semua. Kata Yesus: “Tetapi Aku berkata kepada” menjadi sebuah pengajaran yang mau disampaikan Yesus dengan sebuah kebenaran dalam kotbah di atas bukit. Yesus dalam ungkapan seperti ini sebenarnya mau menyampaikan nilai kebenaran baru yang diajarkan kepada para muridNya.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan hari ini, kita dihadapkan pada kontras antara pemahaman lama dan pemahaman baru tentang hukum, serta panggilan untuk hidup dalam terang Injil. Tema "Tetapi Aku berkata kepadamu" menyoroti otoritas Yesus dalam memberikan interpretasi yang lebih dalam dan radikal terhadap hukum Taurat, serta bagaimana kita seharusnya menghidupi iman kita. Untuk itu permenungan kita dari bacaan-bacaan yang kita renungkan hari ini mengajarkan nilai dari pengajaran iman. Dari bacaan pertama dalam 2 Korintus 3:15-4:1, 3-6, Paulus menggambarkan bagaimana pikiran orang Israel menjadi tumpul ketika membaca Perjanjian Lama karena kerudung masih menutupi hati mereka.

Kerudung itu hanya dapat disingkirkan melalui Kristus. Paulus menegaskan bahwa pelayanan mereka adalah pelayanan Roh, yang memberikan kehidupan dan kebenaran. Ini menekankan pentingnya keterbukaan hati dan pikiran untuk menerima kebenaran Injil. Dan dari Injil Matius 5:20-26, Yesus menantang pemahaman yang dangkal tentang hukum Taurat. Ia mengatakan bahwa kebenaran kita harus lebih benar daripada kebenaran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Yesus memberikan contoh-contoh konkret, seperti larangan marah dan pentingnya berdamai dengan saudara sebelum mempersembahkan persembahan. Ini menunjukkan bahwa hukum tidak hanya tentang tindakan lahiriah, tetapi juga tentang sikap hati dan hubungan kita dengan sesama. Yesus menekankan pentingnya rekonsiliasi dengan sesama sebelum beribadah kepada Allah. Jika kita mengingat bahwa saudara kita memiliki sesuatu terhadap kita, kita harus segera pergi dan berdamai dengannya. Ini menunjukkan bahwa hubungan yang harmonis dengan sesama adalah bagian integral dari iman kita. 

Refleksi dari permenungan kita dari bacaan-bacaan hari ini adalah Hati yang Terbuka: Apakah kita membuka hati kita untuk menerima kebenaran Injil, ataukah kita masih terikat pada pemahaman yang lama dan kaku?
Hubungan dengan Sesama: Apakah kita berusaha untuk hidup dalam damai dengan semua orang? Bagaimana kita merespons ketika ada konflik atau ketegangan dalam hubungan kita? Kebenaran yang Lebih Dalam: Apakah kita hanya berfokus pada tindakan lahiriah, ataukah kita juga memperhatikan sikap hati dan motivasi kita?

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: hari ini, mari kita merenungkan bagaimana kita dapat menghidupi iman kita dengan lebih mendalam dan otentik. Ketiga, semoga kita diberi rahmat untuk membuka hati kita terhadap kebenaran Injil dan berusaha untuk hidup dalam damai dengan semua orang. Ketiga, dengan demikian, kita dapat menjadi saksi yang hidup bagi kasih dan kebenaran Kristus di dunia ini. (Sumber iman katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved