Prakiraan Cuaca

Meski Masuk Musim Kemarau, BMKG Imbau Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Wilayah Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau namunkejadian hujan di tanah air dalam beberapa hari terakhir masih tinggi.

Editor: Cristin Adal
TRIBUNFLORES.COM/KRISTIN ADAL
HUJAN LEBAT- Hujan lebat di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- BMKG menganalisis  persentase wilayah Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau mencapai 15?ri total ZOM. Hal ini mengindikasikan masih tingginya kejadian hujan di tanah air dalam beberapa hari terakhir. 

Dilansir dari laman resminya pada 14 Juni 2025, BMKG memantau keberadaan Siklon Tropis Wutip di Laut China Selatan timur Vietnam yang cenderung menarik massa udara dan mengurangi potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia bagian barat. 

Meskipun secara umum potensi hujan berkurang, beberapa wilayah masih menunjukkan aktivitas hujan yang cukup signifikan akibat pengaruh sejumlah dinamika atmosfer yang masih aktif.

Data pengamatan BMKG menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia. 

 

Baca juga: Cuaca Wilayah NTT Minggu 15 Juni, Manggarai dan Ende Waspada Potensi Hujan Lebat 

 

 

Kejadian-kejadian ini menjelaskan bahwa masih adanya fenomena atmosfer yang aktif dan berpotensi memicu cuaca ekstrem, meskipun secara klimatologis beberapa wilayah telah memasuki musim kemarau.

Secara spasial, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) teridentifikasi di Samudra Hindia barat Sumatra hingga wilayah daratan Sumatra bagian tengah, seperti Riau, Kep. Riau, dan Jambi. 

Aktivitas gelombang ekuator juga terpantau signifikan mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia. 

Gelombang Rossby Ekuator aktif dari Samudra Hindia hingga Laut Filipina, Gelombang Kelvin terpantau dari barat daya Banten hingga Sulawesi bagian barat, dan gelombang Low Frequency juga persisten di wilayah selatan Indonesia seperti NTB, NTT, hingga Papua. 

Faktor-faktor ini diperkuat oleh suhu muka laut (SST) yang hangat di sejumlah perairan Indonesia, sehingga meningkatkan massa uap air atmosfer. 

 

Baca juga: BNPB Catat 209 Kejadian Bencana Alam Telah Terjadi di Indonesia Sepanjang Mei 2025

 

Intrusi udara kering dari selatan juga memperkuat ketidakstabilan atmosfer di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di NTT, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved