Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok Lembata Alami 181 Kali Gempa Letusan 24 Jam Terakhir
Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Minggu 15 Juni 2025, periode 00:00-24:00 Wit
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Lewotolok-Lembata-Alami-181-Kali-Gempa-Letusan-24-Jam-Terakhir.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Minggu 15 Juni 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau waspada.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 100-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat dan barat laut.Suhu udara sekitar 24-31°C,"tulis Syawaludin dikutip dari laman magma.esdm.go.id Senin 16 Juni 2025 pagi.
Baca juga: Kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki 6 Jam Terakhir, 1 Kali Gempa Hembusan
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 181 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 16.2-40 mm, dan lama gempa 26-88 detik.
323 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2.5-19 mm, dan lama gempa 21-69 detik.
1 kali Harmonik dengan amplitudo 7.1 mm, dan lama gempa 101 detik.
5 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 6.6-11.6 mm, dan lama gempa 100-146 detik.
1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 15.5 mm, dan lama gempa 19 detik.
1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 10.9 mm, S-P 0.6 detik dan lama gempa 13 detik.
1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 4.2 mm, S-P 6 detik dan lama gempa 24 detik.
1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 40 mm, S-P 15 detik dan lama gempa 193 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.