Selasa, 14 April 2026

Berita Flores Timur

Keuskupan Larantuka Tuan Rumah Perpas XII Regio Nusra, Angkat Isu Migran

Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, jadi tuan rumah Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusa Tenggara (Nusr

Tayang:
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Keuskupan Larantuka Tuan Rumah Perpas XII Regio Nusra, Angkat Isu Migran
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KABELEN
BERI KETERANGAN-Uskup Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung, saat memberikan keterangan terkait persiapan Perpas XII Regio Nusra.    

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, jadi tuan rumah Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusa Tenggara (Nusra), sebuah ajang refleksi dan koordinasi pastoral tingkat regional yang akan berlangsung pada 1-5 Juli 2025. 

Dalam pertemuan lima tahunan ini, Gereja Katolik di wilayah NTT akan memusatkan perhatian pada isu pekerja migran sebagai tantangan pastoral yang mendesak.

Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Aula Gedung OMK Keuskupan Larantuka, Kabupaten Flores Timur dan akan dihadiri sembilan uskup dari sembilan keuskupan se- Regio Nusra. Setiap keuskupan juga akan mengutus perwakilan dari berbagai komisi dan pusat pastoral.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Asrama Polsubsektor Palue, Ini Kata Kapolres Sikka

 

 

"Perpas XII akan menjadi ruang bersama dalam menanggapi persoalan besar seputar migrasi yang selama ini menjadi realitas hidup umat,” ujar Ketua Umum Panitia Perpas XII, RD Gabriel Unto Dasilva, Kamis, 19 Juni 2025.

Selain para uskup, kegiatan ini turut melibatkan unsur pemerintah seperti Kementerian Pekerja Migran Indonesia, Polda NTT, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk pengamat dan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di isu perlindungan pekerja migran. 

Selain itu, utusan dari tiga dekenat di wilayah Keuskupan Larantuka, yakni Larantuka, Adonara, dan Lembata, juga akan berpartisipasi.

"Kurang lebih hampir 100-san peserta yang hadir dalam kegiatan nanti," tutur RD. Gabriel.

Dengan mengangkat tema "Gereja Berwajah Perantau, Berziarah dalam Pengharapan: Mencari Solusi Praktis Pastoral", Perpas XII berupaya merumuskan respons konkret Gereja terhadap realitas migrasi yang kian kompleks.

Uskup, Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr., menegaskan bahwa migrasi telah menjadi wajah kehidupan umat Katolik di NTT. Namun, migrasi yang sering dipandang sebagai jalan keluar ekonomi juga membawa risiko serius.

"Di balik keberhasilan ekonomi keluarga perantau, terdapat persoalan yang tidak kecil: perdagangan orang, kekerasan, pelecehan seksual, kehilangan akses pendidikan dan kesehatan, bahkan kehilangan arah iman," ujar Uskup Fransiskus.

Karena itu, lanjut dia, Perpas kali ini tidak hanya menjadi forum internal Gereja, tetapi juga melibatkan pihak eksternal guna membangun sinergi.

"Kita butuh kolaborasi antara Gereja, negara, dan masyarakat sipil. Perpas harus melahirkan solusi nyata yang bisa diterapkan di tingkat keuskupan dan paroki," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved