Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok Lembata NTT 85 Kali Gempa Letusan 24 Jam Terakhir
Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kia, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Rabu 25 Juni 2025, periode 00:00-24.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GUNUNG-LEWOTOLOK-Petugas-Posmat-Gunung-Ili-Lewotolok-Lembatantt-MELETUS.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kia, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Rabu 25 Juni 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau waspada.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 10-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 23-30°C,"tulis Syawaludin dikutip dari laman magma.esdm.go.id Kamis 25 Juni 2025 pagi.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki 4 Kali Gempa Hembusan, Arah Angin ke Arah Barat dan Barat Laut
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 85 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 5-40 mm, dan lama gempa 33-54 detik.
179 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.6-19.3 mm, dan lama gempa 29-30 detik.
3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.1-6.7 mm, S-P 16-23 detik dan lama gempa 43-81 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Meletus Bersamaan