Injil Katolik

Injil Katolik Senin 7 Juli 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik Senin 7 Juli 2025. Injil katolik lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / GG
KAPELA TUAN MA - Mari simak Injil Katolik Senin 7 Juli 2025. Injil katolik lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 

Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, “Pergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia.

Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Bapak, ibu dan saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Dalam Bacaan Injil Matius 9:18-26 hari ini mengisahkan tentang Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.

Mimpi Yakub di Betel
Yakub mengadakan perjalanan dari Bersyeba ke Lus, sekitar 12 mil di sebelah utara Yerusalem, di mana dia menginap. Betel terletak di dekat situ.

Pada malam harinya dia memperoleh kehormatan melalui sebuah hubungan khusus dengan Allah, sebuah penglihatan atau mimpi tentang para malaikat yang naik turun sebuah tangga yang mencapai langit.

Dia menjadi sadar bahwa hal itu merupakan suatu hubungan di antara surga dengan bumi. Di sana dia mengetahui bahwa Allah hadir di sisinya, menjanjikan bimbingan sepanjang hidupnya serta kebesaran pada masa yang akan datang.

Yehovah berfirman, “Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau … dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau.” (ay.15).

Pesan yang begitu menantang! Tidak heran kalau Yakub berseru, “Tuhan ada di tempat ini … Alangkah dahsyatnya tempat ini! (ay. 16, 17). Yakub sangat terharu. Mungkin baru pertama kali di dalam hidupnya dia sadar akan kehadiran Allah di sisinya.

Suara yang didengarnya, kata-kata yang memberikan harapan, kehadiran aktual dari El Shadday telah membuat dia menyembah dan terpesona dan menyerahkan diri. (Ayat 10-17).

Dia menamakan tempat itu Betel yang artinya Rumah Allah, sebab Allah hadir di situ. Untuk menjadikan peristiwa itu tidak dapat dilupakan, dia mendirikan sebuah tugu batu untuk menunjukkan bahwa tempat itu adalah tempat suci, sebuah tempat kudus di mana persekutuan yang intim dengan Allah senantiasa dimungkinkan (ay. 18).

Secara rohani perjalanannya masih panjang, tetapi dia telah mengalami kemajuan pesat akibat perjumpaannya dengan Allah. Dia juga bernazar untuk menyerahkan hidupnya dan sepersepuluh dari seluruh harta yang akan diperolehnya sesudah ini. Namun dia membuat nazar ini dengan syarat:

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved