Berita NTT
Program TJSL Pertamina Dukung Eduwisata Lembu Berseri
Program bertajuk Eduwisata Lembu Berseri, yang berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir, kini menjadi percontohan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Manajer-Commrel-CSR-Pertamina-Patra-Niaga-Regional-Jatimbalinus-Ahad-Rahedi.jpg)
Laporan reporter POS-KUPANG. COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG — Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) unggulan PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading – Regional Jatimbinus di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan hasil positif.
Program bertajuk Eduwisata Lembu Berseri, yang berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir, kini menjadi percontohan pemulihan berbasis komunitas pasca-bencana di kawasan Teluk Kupang, wilayah yang terdampak hebat oleh badai Siklon Tropis Seroja pada April 2021 silam.
Bencana Seroja yang terjadi pada dini hari 4 April 2021 merupakan badai paling parah dalam satu dekade terakhir di NTT. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 144 korban meninggal dunia, 129 luka-luka, 60 orang hilang, dan lebih dari 13 ribu orang mengungsi. Selain itu, 2.357 rumah dan puluhan fasilitas umum mengalami kerusakan, dan sekitar 90 persen ekosistem laut di Teluk Kupang rusak parah.
Manajer Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan merespons kondisi tersebut, sejak 2023 Pertamina Patra Niaga menginisiasi program pemulihan melalui konservasi terumbu karang dan pembentukan kelompok masyarakat pesisir LEMBU BERSERI (Lestari Masyarakat Bahari Bersama Konservasi Terumbu Karang).
Baca juga: Terobos Cuaca Ekstrem, Pertamina Gandeng TNI AL Pastikan BBM Tiba di Pelosok Kepulauan
"Program ini menggabungkan upaya pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi lokal melalui sektor eduwisata bahari," ujarnya, Senin (7/7).
Hingga tahun 2025 ini, berbagai kegiatan telah berhasil dilaksanakan:Tahun 2023: Pembentukan kelompok Anana Laut dan pelaksanaan transplantasi terumbu karang. Tahun 2024: Pengembangan konsep eduwisata berbasis konservasi serta pembangunan sarana edukatif bahari.
Tahun 2025: Pelatihan manajemen wisata, snorkeling dan diving, serta penambahan rumah transplantasi terumbu karang untuk memperluas area konservasi.
Ke depan, program ini akan diperluas melalui replikasi ke wilayah pesisir lainnya pada tahun 2026, dan difokuskan pada penguatan regulasi lokal serta regenerasi kader lingkungan di tahun 2027, sebagai bagian dari strategi exit program yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk dokumentasi sekaligus inspirasi, telah diterbitkan buku berjudul “Lembu Lestari: Melewati Seroja, Memulihkan Asa Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bingkai Konservasi Terumbu Karang di Teluk Kupang” (ISBN: 978-623-96632-9-2), yang merangkum perjalanan panjang masyarakat dalam menghadapi dan bangkit dari bencana.
Ia juga mengatakan atas inisiatif dan keberlanjutan program ini, Eduwisata Lembu Berseri meraih Silver Award untuk Kategori Biodiversity Conservation dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2024 yang diselenggarakan di Surakarta.
Dengan pendekatan kolaboratif antara korporasi, masyarakat, dan pemerintah lokal, Pertamina membuktikan bahwa pemulihan pasca-bencana tidak hanya soal membangun kembali, tetapi juga soal membangun lebih baik dan berkelanjutan. Program Lembu Berseri kini menjadi bukti nyata bahwa dari bencana besar, bisa tumbuh harapan yang lebih kuat dan lestari. (Iar)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Senin Sore, Tinggi Kolom Letusan 1 Kilometer |
|
|---|
| Jalur Trans Flores Maumere Larantuka Ditutup Pasca Erupsi Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki |
|
|---|
| Kepada Menteri Raja Juli, Warga Ngorang Manggarai Barat Minta Dilibatkan dalam Konservasi Hutan |
|
|---|
| Ketua PERSI NTT : 10 Rumah Sakit Hanya Masalah Kekurangan Fasilitas |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.