Berita Ende
IPeKB Ende Bedah Rumah hingga Bangun Jamban untuk Keluarga Berisiko Stunting
Salah satu solusi pemerintah melalui Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menekan ang
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Muharram-Ibrahim-di-Puuau.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Salah satu solusi pemerintah melalui Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menekan angka stunting di wilayah itu yakni dengan melaksanakan program IPeKB Peduli Stunting atau disingkat IPeKB Penting.
Sasaran pelaksanaan program IPeKB Peduli Stunting atau IPeKB Penting ini sendiri yakni untuk keluarga beresiko stunting dan keluarga tidak mampu. Sesuai ketentuan IPeKB tingkat pusat, IPeKB di masing-masing kabupaten/kota memilih satu keluarga penerima program tersebut berupa pengadaan jamban sehat, pengadaan air minum bersih dan bedah rumah.
Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Ende, Ruslia Madoe menjelaskan, di Kabupaten Ende sendiri, penerima program IPeKB Peduli Stunting diberikan kepada keluarga Muharram Ibrahim di Pu'uau, Kelurahan Ndorurea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.
Baca juga: Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Ganggu Jarak Pandang Pengguna Jalan
"Lokus sasaran itu sudah ditentukan dari IPeKB pusat untuk keluarga beresiko stunting dan keluarga tidak mampu, satu IPeKB masing-masing kabupaten/kota itu memilih satu keluarga yang dianggap layak untuk menerima, nah dari hasil verifikasi kita di Ende yang layak itu keluarga atas nama Muharram Ibrahim," jelas Ruslia kepada TribunFlores.com, Selasa (8/7/2025) siang.
Dijelaskan Ruslia, ada beberapa kriteria bantuan sesuai ketentuan IPeKB pusat berupa bantuan natura, bantuan nutrisi dan bantuan pengadaan jamban sehat, pengadaan air minum bersih dan bedah rumah.
Kriteria penerima bantuan sendiri, jelas dia, masuk dalam kategori keluarga beresiko stunting yakni keluarga dengan ibi hamil dan keluarga dengan balita dua tahun (Baduta) dan kriteria spesifik yakni berasal dari keluarga tidak mampu.
"Untuk IPeKB Ende kami memilih bantuan pengadaan jamban sehat, pengadaan air minum bersih dan bedah rumah untuk satu KK, sejauh ini sudah selesai dua yaitu pengadaan air minum bersih dan jamban sehat sedangkan untuk bedah rumah layak huni itu sudah sampai tahap pembuatan pondasi rumah, keluarga Muharram Ibrahim ini masuk kategori keluarga dengan balita dua tahun (Baduta)," jelas Ruslia.
Muharram Ibrahim merupakan seorang pekerja serabutan di Kabupaten Ende yang memiliki tiga orang anak kandung dan satu orang anak angkat.
Sebagai Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Ende, Ruslia Madoe berharap dengan bantuan dari IPeKB keluarga Muharram Ibrahim terhindar dari resiko stunting.
Berdasarkan data Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Ende, jumlah anak penderita stunting hasil penimbangan bulan Februari 2025 di Kelurahan Ndorurea sendiri berjumlah 13 anak.
Sedangkan anak beresiko stunting di wilayah itu sebanyak 5 anak dengan kategori wasting dan 17 anak dengan kategori under weigth. (bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Ganggu Jarak Pandang Pengguna Jalan |
|
|---|
| WNA Asal Belanda Takjub Saksikan Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki |
|
|---|
| Polisi di Flotim Bersihkan Masjid Akibat Tertutup Material Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki |
|
|---|
| Pasca Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Komodo Labuan Bajo Dibuka Kembali |
|
|---|