Gunung Lewotolok Erupsi
24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata 227 Kali Gempa Erupsi
Selama24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata 227 Kali Gempa Erupsi. Gunung Lewotolok Status Level III atau Siaga.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/6-Jam-Terakhir-Gunung-Lewotolok-Lembata-62-Kali-Gempa-Erupsi-39-Kali-Gempa-Hembusan.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Irwan Ka Uman, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir Senin 14 Juli 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual,Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 24-31°C , "tulis Irwan dikutip dari laman magma.esdm.go.id Selasa 15 Juli 2025 pagi.
Baca juga: 6 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata 62 Kali Gempa Erupsi 39 Kali Gempa Hembusan
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 227 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 2.4-39.1 mm, dan lama gempa 24-91 detik.
130 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.4-8.9 mm, dan lama gempa 24-57 detik.
4 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 4.8-12.6 mm, dan lama gempa 126-299 detik.
3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.9-3.1 mm, S-P 0.7-1.1 detik dan lama gempa 12-14 detik.
1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 35 mm, S-P 43 detik dan lama gempa 701 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News