Berita Manggarai
Gigit Jari, Petani di Manggarai NTT Gagal Panen Cengkeh
Nasib kurang beruntung di alami petani di Manggarai, Nusa Nusa Tenggara Timur (NTT), sebab hasil cengkeh ta
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/POHON-KEHIDUPAN.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG-Nasib kurang beruntung di alami petani di Manggarai, Nusa Nusa Tenggara Timur (NTT), sebab hasil cengkeh tahun ini mengalami penurunan drastis jika dibandingkan dengan musim panen tahun lalu.
Hal itu dialami oleh Paulus petani asal Topak, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Ia mengalami penurunan hasil jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Ditengah harga yang melambung tinggi, Ia hanya berhasil menjual beberapa kilo pada masa panen pertama di musim ini. Hal itu berbanding terbalik jika dibandingkan tahun lalu dengan produktivitas cukup tinggi.
“Tahun ini kita kurang beruntung, hasil sangat menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” katanya kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat (18/07/2025).
Baca juga: Wabup Domi Mere Harap RSUD Ende Tidak Turun Kelas jadi Tipe D
Ia mengatakan, hal itu belum diketahui penyebabnya ditengah perubahan cuaca yang sulit diprediksi. Ia berharap agar tahun depan bisa panen lebih banyak.
“Semoga tahun depan buahnya lebih banyak Pak, karena tahun ini kita kosong,” katanya.
Berbeda dengan cengkeh, terpantau hasil Kopi tahun ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Agustinus, warga setempat mengatakan, hasil kopi tahun ini cukup baik.
Ia mengharapkan agar harga kopi berpihak pada petani dan tidak mengalami penurunan.
“Sejauh ini harga cukup baik , semoga tidak mengalami penurunan,” kata Dia.
Diketahui Rahong Utara merupakan, salah satu Kecamatan di Manggarai,NTT, dengan ketergantungan warga pada hasil Komoditi.
Beberapa jenis komoditi andalan di wilayah ini Seperti Kemiri, Cengkeh, Kopi dan Coklat.
Dengan topografi yang wilayah dataran tinggi dan lembah, hanya beberapa Desa yang memiliki persawahan. Sementara lebih banyak kita temukan sawah tadah hujan.
Selain itu, tumpuan utama masyarakat setempat juga bergantung pada tanaman Hortikultura dengan menargetkan Labuan Bajo sebagai pasar. (Cha)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Jadwal Kapal Pelni KM Sirimau 22 Juli - 6 Agustus 2025, Lengkap Semua Rute |
|
|---|
| Wabup Domi Mere Harap RSUD Ende Tidak Turun Kelas jadi Tipe D |
|
|---|
| Paspor Desain Merah Putih Ditunda, Imigrasi Fokus pada Kebijakan Strategis Peningkatan Layanan |
|
|---|
| SMAN 1 Waigete Sikka Gratiskan Biaya Pendidikan Bagi Siswa dari Keluarga Tidak Mampu Mulai Juli 2025 |
|
|---|