Pater Klaus Meninggal Dunia
Pater Klaus di Mata Wens Wege Umat Maumere, Pastor Bombon dan Bola Kaki
Kepergian Pater Nikolaus Naumann, SVD atau disapa Pater Klaus yang meninggal dunia di Jerman,
Penulis: Hilarius Ninu | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pater-Nikolaus-Naumann-SVD.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Kepergian Pater Nikolaus Naumann, SVD atau disapa Pater Klaus yang meninggal dunia di Jerman, Kamis, 24 Juli 2025 malam mengisahkan banyak cerita dan kenangan tentang sosok yang suka dengan Bola Kaki dan dekat dengan umat.
Pater Klaus dikenal sebagao sosok yang mengabdikan dirinya dengan tulus dan penuh cinta bagi umat Katolik di Paroki Reinha Rosari Kewapante, Keuskupan Maumere.
Sosok Pater Klaus ini membuat Wens Wege, S.Fil, umat katolik di Keuskupan Maumere yang juga mantan anggota DPRD Sikka mengisahkan tentang almarhum.
Dalam tulisnnya di Grup WA Peduli Nian Tana yang dikirim ke TRIBUNFLORES.COM di Maumere, Jumat, 25 Juli 2025 pagi, Wens yang juga seorang guru di Sikka ini melukiskan kalau Pater Klaus telah tiada tapi cahaya itu tetap menyala.
Baca juga: Riwayat Hidup dan karya Misonaris Pater Klaus di Flores NTT
"Dia (Pater Klaus-Red) Telah Tiada, Tapi Cahaya Itu Tetap Menyala". Demikian sosok Pater Klaus yang digambarkan Wens.
Ia menjelaskan, Pater Nikolaus Naumann, SVD atau Pater Klaus lebih akrab disapa umat Paroki Reinha Rosari Kewapante adalah seorang imam misionaris yang telah mengabdikan hidupnya bagi Gereja dan umat Tuhan di nian tanah Sikka.
"Pastor Klaus seorang utusan dari negeri yang jauh, dia seorang misionaris Jerman yang memilih hidupnya di tanah yang asing, di antara budaya yang berbeda, di tengah umat yang mungkin awalnya tak ia kenal, kini dia telah tiada. Tetapi warisan spiritualnya, semangat pelayanannya, dan teladan imannya tak akan pernah mati," ujarnya.
Ia mengungkapkan, bagi umat yang mengenalnya mulai dari umat Benteng Jawa, Keuskupan Ruteng, Manggarai Timur dan umat di nian tanah mengenal Pater Klaus dan yang lebih dan paling mengenal adalah umat Paroki Kewapante.
"Kita mengenal Pater Klaus bukan karena kata-katanya yang fasih, bukan karena dia biasa bagi bombon, bukan karena dia suka bagi bola kaki dan tukang latih bola kaki bagi orang muda Sikka, Kewapante melainkan karena perbuatannya yang nyata. Ia hadir bukan untuk mengubah budaya kita, tetapi untuk mencintainya," papar Wens.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pater Klaus Misionaris SVD yang Berkarya di Sikka Meninggal Dunia
Ia pun menggambarkan kalau sosok Pater Klaus tidak hanya mengajar, tetapi juga mendengarkan.
Ia tidak hanya memimpin, tetapi juga melayani. Dalam kesederhanaan hidupnya, dalam keteguhan doanya, ia menjadi saksi akan kasih Kristus yang melampaui batas bangsa dan bahasa.