Rabu, 17 Juni 2026

Berita Ende

Ende Gagal Jadi Tuan Rumah ETMC 2025, Rian Laka: Bupati dan DPRD Harus Harmonis

Polemik pembatalan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025 terus menjadi sorotan publik. 

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Ende Gagal Jadi Tuan Rumah ETMC 2025, Rian Laka: Bupati dan DPRD Harus Harmonis
TRIBUNFLORES.COM/HO.PERSE ENDE NEWS
PEMBUKAAN ETMC - Suasana pembukaan El Tari Memorial Cup (ETMC) tahun 2017 lalu di Stadion Marilonga, Ende yang dipadati ribuan suporter dari daratan Flores. Polemik pembatalan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025 terus menjadi sorotan publik.  

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Polemik pembatalan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025 terus menjadi sorotan publik. 

Kekecewaan yang diungkapkan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, mendapat tanggapan kritis dari berbagai kalangan, termasuk mantan aktivis PMKRI Cabang Ende, Rian Laka.

Rian menilai, pembatalan tuan rumah ETMC adalah hal yang lumrah terjadi dalam dunia sepak bola, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan global. Menurutnya, keputusan Asprov PSSI NTT membatalkan tuan rumah tidak perlu disikapi secara emosional.

“Dalam dunia sepak bola, pembatalan itu biasa saja. Tapi kalau Bupati kecewa berlebihan terhadap Asprov PSSI NTT, saya rasa itu tidak bijak,” ujar Rian kepada TribunFlores.com, Senin (28/7/2025).

Menurut Rian, menjadi tuan rumah turnamen bergengsi seperti ETMC tidak cukup hanya dengan menyatakan kesiapan. Ada banyak aspek teknis dan administratif yang harus dipenuhi, termasuk kesiapan anggaran yang harus disepakati antara eksekutif dan legislatif.

“Bupati bisa bilang siap, tapi kalau DPRD tidak setuju untuk anggarkan dana, ya apakah bisa dilaksanakan? Tidak semudah itu,” tegas pria berambut grondrong ini. 

Ia menambahkan, penyelenggaraan ETMC membutuhkan dana besar, dan tanpa dukungan penuh dari DPRD Ende, mustahil agenda itu bisa berjalan.

“Kunci suksesnya justru ada di harmonisasi antara Pemerintah dan DPRD. Kalau itu tidak dipintal dengan baik, jangan salahkan PSSI atau Askab, salahkan dulu koordinasi internal Pemkab Ende,” ujarnya.

Lebih jauh Rian menjelaskan, pembatalan oleh Exco PSSI NTT merupakan langkah yang sah dan beralasan. Ia menilai kondisi politik lokal yang tidak stabil, termasuk renggangnya hubungan antara Bupati dan DPRD Ende, bisa menjadi faktor penilaian PSSI dalam mengambil keputusan.

“PSSI tentu tak ingin ambil risiko. Keputusan Exco PSSI NTT untuk membatalkan tuan rumah yang sebelumnya diputuskan lewat kongres adalah sah. Yang hadir dalam kongres itu Askab, bukan pemerintah. Jadi, keputusan kongres tidak final,” ungkapnya.

Ia pun menilai, Askab PSSI Ende telah bekerja keras sejak awal mengusulkan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah ETMC, sehingga tak sepantasnya mereka disalahkan.

“Kita seharusnya berterima kasih kepada Askab Ende. Mereka sudah sangat getol memperjuangkan agar ETMC digelar di Ende,” tegas Rian.

Rian menyarankan agar Bupati Yosef Benediktus Badeoda segera membangun komunikasi dan kemitraan yang harmonis dengan DPRD Ende, serta menjalin komunikasi yang baik dengan Asprov PSSI NTT dan Askab Ende.

“Sikon politik daerah yang tidak harmonis akan menjadi salah satu pertimbangan PSSI. PSSI tidak akan mempertaruhkan turnamen sebesar ETMC di daerah yang tidak siap secara politik. Kepada Bupati Ende, saya sarankan segera bangun keharmonisan dengan DPRD Ende dan komunikasi terbuka dengan Askab serta Asprov PSSI NTT. Karena hanya lewat komunikasi yang baik dan bijak, kekecewaan bisa berubah menjadi berkat,” tutup Rian Laka. 

Sembelumnya diberitakan, Keputusan Asprov PSSI NTT yang memindahkan lokasi perhelatan ETMC 2025 menuai kekecewaan dari Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda. Ia mempertanyakan alasan yang diberikan PSSI NTT, terutama terkait dengan kondisi sosial politik di Ende.

“Alasan itu tidak masuk akal. Kondisi sosial politik kita yang tidak baik apa? Kita baik-baik saja kok. Ngarang itu. Itu ada apa?” tegas Bupati Yosef usai menonton pertandingan sepakbola Piala Bupati Ende Cup di Stadion Marilonga Ende. 

Bupati Yosef juga menilai, jika memang alasan yang dikemukakan adalah soal politik, pihaknya tetap menerima, meski merasa kecewa.

“Kita kecewa karena alasan itu tidak masuk akal. Kalau mau alasannya situasi politik, tidak apa-apa. Kita juga masih ada pekerjaan lain,” pungkasnya. (bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved