Selasa, 14 April 2026

Injil Katolik

Injil Katolik Hari Minggu Biasa XVIII 3 Agustus 2025 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari Minggu biasa XVIII 3 Agustus 2025. Injil katolik hari Minggu biasa XVIII lengkap renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Minggu Biasa XVIII 3 Agustus 2025 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM / MARIA MANGKUNG
GEREJA - Gereja Paroki Roh Kudus Nelle, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.Mari simak Injil Katolik hari Minggu biasa XVIII 3 Agustus 2025. Injil katolik hari Minggu biasa XVIII lengkap renungan harian Katolik. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari Minggu biasa XVIII 3 Agustus 2025.

Injil katolik hari Minggu biasa XVIII lengkap renungan harian Katolik.

Hari Minggu 3 Agustus 2025 merupakan, hari Minggu Biasa XVIII, Santo Stefanus I, Paus dan Martir, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Minggu 3 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Hari Minggu 3 Agustus 2025 Pekan Biasa XVIII tahun C

 

Bacaan Pertama Pkh. 1:2; 2:21-23

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, sungguh kesia-siaan belaka! Segala sesuatu adalah sia-sia. Sebab, kalau ada orang berlelah-lelah mencari hikmat, pengetahuan dan kecakapan, maka ia harus meninggalkan bahagianya kepada orang lain yang tidak berlelah-lelah untuk itu.

Ini adalah kesia-siaan dan kemalangan yang besar. Apakah faedah yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati; bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Ini pun adalah kesia-siaan.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm. 90: 3-4, 5-6, 12-13, 14,17

Ref. Tuhan Engkaulah tempat perlindungan kami turun-temurun

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.

Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.

Ajarilah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa lama lagi? dan sayangilah hamba-hamba-Mu!

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved