Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Selasa 5 Agustus 2025, Tanpa Keraguan
Mari simak renungan harian Katolik Selasa 5 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik tanpa keraguan.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Katolik-Yesus-Kerahiman-Ilahi-Aeramo-di-Kabupaten-Nagekeo.jpg)
Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata, “Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?” Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sungguh, Engkau Anak Allah.”
Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon, supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Meskipun para murid adalah nelayan yang berpengalaman, mereka tetap takut ketika menghadapi badai yang mengamuk di Danau Galilea. Apalagi saat itu, Yesus sedang tidak bersama mereka di dalam perahu. Meskipun demikian, Yesus tetap memerhatikan dan menyertai mereka. la mengetahui kesulitan mereka dan senantiasa datang untuk menolong mereka.
Dalam peristiwa ini juga terungkap sifat Petrus yang impulsif. la cenderung bertindak tanpa memikirkan apa yang dia lakukan. la sering gagal dan merasa sedih. Sifat Petrus ini tampaknya mewakili sifat pengikut Yesus, dari dahulu sampai sekarang. Tidak sedikit orang yang gagal menjalani hidup sebagai orang Kristiani karena cenderung emosional, tanpa memperhitungkan akibatnya ketika melakukan sesuatu.
Seperti Petrus yang ketika gagal berjalan di atas air segera menggenggam tangan Yesus dengan kuat, kita pun hendaknya demikian. Kita tidak perlu ragu untuk memohon pertoIongan-Nya ketika kita gagal dan jatuh. Tuhan selalu menyertai kita, terutama pada saat-saat kita mengalami pencobaan dan kesulitan. Apakah kita masih percaya kepada pertolongan Tuhan ketika kita berada dalam kesulitan atau tantangan?
Tuhan, kuatkanlah iman kami agar kami mampu datang kepada-Mu tanpa ragu-ragu. Amin. (Sumber iman katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News