Berita Sikka
Moodbreaker Merayakan Musik Tradisi Dengan Lagu Beleleha
Moodbreaker, band asal Kota Maumere, Kabupaten Sikka, kembali merilis single terbaru berjudul, ''Megu Mo’ong/Beleleha
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Moodbreaker-Mof.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Moodbreaker, band asal Kota Maumere, Kabupaten Sikka, kembali merilis single terbaru berjudul, ''Megu Mo’ong/Beleleha."
Lagu ini merupakan single kedua setelah "Moffers Are You Ready" yang sudah rilis pada Juni 2025 yang lalu.
Beleleha disambut ramai para pendengar saat videoklipnya resmi ditayangkan di youtube, Minggu, 10 Agustus 2025.
Lagu berbahasa Krowe ini semakin menegaskan arah musik Moodbreaker yang gemar bereksperimen dengan irama reggae dan musik etno-tradisi di Flores.
Baca juga: Cru Father Said Hadirkan Lagi Musisi Papache Melalui Album Terminal 7
Beleleha menjadi istimewa karena lagu ini berkolaborasi dengan penyanyi Astri Cornelia. Vokal Astri dan Abel Fernando menyempurnakan racikan etno-tradisi yang diaransemen oleh Ricky Alvino (drummer), Arnold Sedo (bass), Fonza Sanz (saxophone), Ian Marojita (backing vokal), Putra Deim (keyboard), dan Deodatus John Kris (gitar). Abel juga turut mengisi suara ukulele pada lagu ini.
Ricky Alvino mengatakan, lagu baru itu terinspirasi dari seruan "beleleleha" yang sering didendangkan di beberapa daerah di Kabupaten Sikka, Flores.
“Lalu kita kemas dengan beat "Badublabat-Gong Waning" khas daerah Sikka yang teman-teman Moodbreaker coba hidupkan dengan instrumen-instrumen paling dekat dengan keseharian dan yang mereka geluti,” ujar Ricky, Senin, 11 Agustus, 2025.
Pantun pada bagian tengah ditulis oleh Ignasius Iksandro, seniman Maumere yang adalah penulis lagu "Wineng."
Selain menggebuk drum, Ricky juga berperan menambahkan syair indah berbahasa Krowe-Sikka yang berbunyi: "Nian Sikka tana Alok, tana amin riwun ngasun tana menik duden dadin, duden dadin tena meten," dan "Mogat teri jaga plamang, ia na megu mole mo'ong, megu mo'ong mogat sawen Maumere Manise."
“Syair ini secara garis besar mau menegaskan kepada kita semua untuk tetap baku jaga-baku sayang,” ucapnya.
Vokalis Knife and Sunflowers ini menambahkan, Moodbreaker juga tengah menggarap beberapa lagu baru. Mereka masih semangat mengeksplorasi musik-musik etno tradisi; suara-suara yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari di Flores.
Tidak butuh waktu lama, Beleleha sudah mulai diputar di tenda-tenda pesta mengiringi masyarakat yang ingin merayakan hidup.
Moodbreaker adalah sebuah band dari Maumere beraliran Traditional Hybrid yang memadukan elemen folk, rocksteady, ska, dan reggae.
Berangkat dari semangat eksplorasi musik yang kaya warna, Moodbreaker mengawali langkahnya dengan tiga personel inti, sebelum berkembang menjadi formasi solid enam orang setahun kemudian.