Gunung Lewotolok Erupsi
Gunung Lewotolok NTT 202 Kali Gempa Letusan 165 Kali Gempa Hembusan
Selama 24 Jam terakhir Gunung Lewotolok NTT 202 Kali Gempa Letusan 165 Kali Gempa Hembusan. Status Gunung Siaga Level III.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GUNUNG-LEWOTOLOK-LEMBATA-Selama-24-Jam-terakhir-Gunung-Lewotolok.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Anselmus Bobyson Lamanepa melaporkan kondisi gunung 24 jam terakhir Rabu 13Agustus 2025, periode 00:00-24:00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Pengamatan visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 10-50 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah timur laut, selatan, barat daya, barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 18.8-30°C," tulis Anselmus, dikutip dari laman magma.esdm.go.id Kamis 14 Agustus 2025 pagi.
Baca juga: 6 Jam Terakhir Gunung Lewotolok NTT 66 Kali Gempa Erupsi 46 Kali Gempa Hembusan
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 202 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 14-34 mm, dan lama gempa 30-81 detik.
165 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.6-15.6 mm, dan lama gempa 20-43 detik.
16 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3-9.3 mm, dan lama gempa 94-311 detik.
1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 18.7 mm, S-P 0.7 detik dan lama gempa 11 detik.
1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 13.1 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 172 detik.
Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News