Minggu, 10 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Minggu 17 Agustus 2025, Kita Perlu Bersyukur 

Mari simak renungan Katolik Minggu 17 Agustus 2025. Tema renungan Katolik kita perlu bersyukur. baca Renungan Katolik hari ini.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Minggu 17 Agustus 2025, Kita Perlu Bersyukur 
TRIBUNFLORES.COM / GG
GEREJA MAGEPANDA - Gereja Katolik Magepanda Sikka NTT, Minggu 9 Februari 2025.Mari simak renungan Katolik Minggu 17 Agustus 2025. Tema renungan Katolik kita perlu bersyukur. Renungan Katolik disiapkan untuk hari raya kemerdekaan republik Indonesia, pesta fakultatif Santo Hyasintus, Pengaku Iman,  dengan warna liturgi putih. 

dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah,

dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka.

Maka Ia lalu berkata, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus.

Maka Yesus bertanya kepada mereka,  “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Sebagai warga negara Indonesia, kita perlu bersyukur telah dianugerahi oleh Allah sebuah kemerdekaan. Sebab dengan hidup dalam kemerdekaan, kita dapat hidup dengan damai, tanpa takut ditindas, serta dapat maju dan berkembang sesuai dengan panggilan hidup kita masing-masing. Namun, merawat kemerdekaan tidaklah mudah. Mempertahankan kemerdekaan membutuhkan perjuangan dan selalu waspada terhadap gangguan dari luar maupun dari dalam yang dapat merusak kesatuan bangsa kita. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita perlu mernbangun kesadaran untuk mengingat dan memaknai kembali semangat para pendiri bangsa saat memperjuangkan, mempersiapkan, dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan pertama-tama adalah sebuah anugerah dari Allah. Namun, dengan kemerdekaan tidak berarti bahwa kita boleh melakukan apa pun yang kita inginkan. Akhir-akhir ini, tidak sedikit orang yang justru menyalahgunakan kemerdekaan untuk tindakan yang tidak terpuji dan memalukan. Sebagai murid Kristus, kita hendaknya merenungkan, apakah kita hidup sesuai dengan panggilan kita untuk mempertahankan kemerdekaan sejati ketika semua orang ingin menyalahgunakan kemerdekaan? Sebab penyalahgunaan kemerdekaan tidak hanya menyinggung martabat manusia, tetapi juga Allah Yang Maha Kuasa.

Sebagai umat beriman, kita perlu memaknai kemerdekaan sejati sebagai fondasi untuk sennakin setia dalam menjalankan sebagaimana Yesus menganjurkan untuk membayar pajak kepada kaisar karena memang itu hak kaisar, sebagai warga negara Indonesia, kita pun harus memiliki kontribusi dan sumbangsih yang nyata kepada negara. Setiap kita bertanggung jawab atas keberlangsungan bangsa ini. Jika bangsa ini selalu hidup dalam kemerdekaan, kesejahte

Tuhan, terangilah kami supaya mampu menggunakan kemerdekaan kami untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi bangsa kami tercinta. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved