Injil Katolik Hari Ini
Injil Katolik Hari Senin 18 Agustus 2025 dan Mazmur Tanggapan
Simak Injil Katolik hari ini Senin 18 Agustus 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bacaan-Injil-Katolik-Sabtu-22-Oktober-2022.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Senin 18 Agustus 2025.
Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Senin 18 Agustus 2025 merupakan, hari Senin Biasa XX, Santa Helena, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 18 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 18 Agustus 2025, Hidup Kekal Tidak Dibeli
Bacaan Pertama: Hak 2:11-19
Tuhan membangkitkan hakim-hakim, tetapi para hakim pun tidak dihiraukan.
Setelah Yosua meninggal dunia orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan mereka beribadah kepada para Baal. Mereka meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka,yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir.
Mereka mengikuti allah lain, dewa-dewa dari bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Mereka sujud menyembah kepada dewa-dewa itu, sehingga mereka menyakiti hati Tuhan. Demikianlah mereka meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.
Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka. Setiap kali mereka maju, tangan Tuhan melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka.
Hal itu sesuai dengan peringatan yang disampaikan Tuhan kepada mereka dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak. Maka Tuhan membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan para perampok.
Tetapi para hakim pun tidak dihiraukan mereka, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Bangsa Israel segera menyimpang dari jalan yang ditempuh nenek moyang mereka yang mendengarkan perintah Tuhan. Mereka melakukan yang tidak patut.
Setiap kali, apabila Tuhan membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka Tuhan menyertai hakim itu, dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh selama hakim itu hidup. Sebab Tuhan berbelas kasih mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka.
Tetapi begitu hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat daripada nenek moyang mereka. Mereka mengikuti allah lain, beribadah dan sujud menyembah kepadanya. Dalam hal apa pun mereka tidak menghentikan perbuatan jahat dan kelakuan mereka yang tegar itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 106:34-37.39-40.43ab.44
Ref: Ingatlah akan kami, ya Tuhan yang mahamurah.
Mereka tidak memunahkan bangsa-bangsa kafir, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada mereka, mereka malah bercampur baur dengan bangsa-bangsa itu, dan meniru kebiasaan mereka.
Mereka beribadah kepada berhala-berhala para bangsa, yang menjadi perangkap bagi mereka. Mereka mengurbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kurbankan kepada roh-roh jahat.
Mereka menajiskan diri dengan apa yang mereka lakukan, dan berlaku serong dalam perbuatan-perbuatan mereka. Maka berkobarlah murka Tuhan terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik pusaka-Nya.
Banyak kali mereka dibebaskan oleh-Nya, tetapi mereka memberontak dengan sengaja, namun Ia mendengar teriak mereka.
Bait Pengantar Injil: Mat 5:3
Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah kerjaan Allah.
Bacaan Injil: Mat 19:16-22
Jika engkau hendak sempurna, juallah segala milikmu dan berikanlah kepada orang-orang miskin.
Pada suatu hari ada seorang datang kepada Yesus dan berkata, “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Yesus menjawab, “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik?
Hanya Satu yang baik! Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Kata orang itu kepada Yesus, “Perintah yang mana?” Kata Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayah dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Kata orang muda itu, “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Lalu Yesus berkata, “Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari dan ikutilah Aku.”
Ketika mendengar perkataan itu, pergilah orang muda itu dengan sedih, sebab hartanya banyak.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Seorang datang kepada Yesus dan berkata, “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Yesus menjawab, “Mengapa engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
Orang itu bertanya: “Perintah yang mana?”
Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayah dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa yang masih kurang?”
Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga; kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Renungan
Kisah orang muda yang kaya ini selalu mengetuk hati kita. Ia tampak tulus, datang kepada Yesus, dan ingin memperoleh hidup yang kekal. Ia sudah menaati hukum Taurat, bahkan sejak muda. Tetapi ketika Yesus mengajak dia melangkah lebih jauh—menyerahkan harta demi mengikuti-Nya—hatinya mundur.
Bukan berarti Yesus anti terhadap kekayaan. Tetapi Yesus tahu, harta dunia dapat menjadi penghalang terbesar antara manusia dan Allah. Kekayaan dapat mengikat hati, mengalihkan fokus, dan membuat kita lupa bahwa hidup ini sementara.
Pelajaran Iman
Hidup Kekal Tidak Dibeli dengan Perbuatan Baik Saja. Orang muda ini sudah taat pada hukum Allah, namun Yesus menuntut sesuatu yang lebih: totalitas penyerahan diri.
Harta Paling Berharga Adalah Kristus. Yesus mengundang kita untuk menukar harta dunia dengan harta di surga. Tawaran ini bukan berarti semua orang harus menjual hartanya, tetapi melepaskan keterikatan dan menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup.
Panggilan untuk Mengikuti Yesus Selalu Radikal. Mengikuti Yesus bukan sekadar menambahkan Dia dalam hidup kita, tetapi menjadikan Dia seluruh hidup kita. Ini menuntut keberanian, pengorbanan, dan iman yang teguh.
Refleksi Pribadi
Apakah ada hal yang saat ini mengikat hatiku sehingga sulit mengikuti Yesus sepenuh hati?
Mungkin itu harta, mungkin status, mungkin kenyamanan, atau mungkin hubungan tertentu. Apakah aku bersedia melepaskan itu semua jika Tuhan memintanya?
Doa
Tuhan Yesus, Engkau adalah harta terindah dalam hidupku. Ajarku untuk tidak melekat pada hal-hal duniawi, tetapi mengarahkan hatiku pada harta di surga. Beri aku keberanian untuk mengikuti-Mu dengan sepenuh hati. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Injil Katolik Hari Senin 18 Agustus 2025
Bacaan Injil Katolik Hari Ini
Injil Katolik Senin 18 Agustus 2025
Tribun Flores.com
| Bacaan Liturgi Hari Ini Senin 18 Agustus 2025, Pesta Fakultatif Santa Helena, Pengaku Iman |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 18 Agustus 2025 dan Renungan Harian Katolik |
|
|---|
| Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini Senin 18 Agustus 2025 |
|
|---|
| Kalender Liturgi Katolik Hari Ini Senin 18 Agustus 2025, Pekan Biasa XX |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.