Rabu, 22 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Senin 18 Agustus 2025, Hidup Kekal Tidak Dibeli 

Mari simak renungan harian Katolik Senin 18 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik hidup kekal tidak dibeli.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Senin 18 Agustus 2025, Hidup Kekal Tidak Dibeli 
TRIBUNFLORES.COM / GG
MISA - Misa di Gereja St.Theresia Mbata. Mari simak renungan harian Katolik Senin 18 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik hidup Kekal Tidak Dibeli . 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Senin 18 Agustus 2025.

Tema renungan harian Katolik hidup kekal tidak dibeli.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk hari Senin Biasa XX, Santa Helena, Pengaku Iman,  dengan warna liturgi hijau.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 18 Agustus 2025, Harta di Surga atau Harta di Dunia?

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 18 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama: Hak 2:11-19

Tuhan membangkitkan hakim-hakim, tetapi para hakim pun tidak dihiraukan.

Setelah Yosua meninggal dunia orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan mereka beribadah kepada para Baal. Mereka meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka,yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir. 

Mereka mengikuti allah lain, dewa-dewa dari bangsa-bangsa di sekeliling mereka. Mereka sujud menyembah kepada dewa-dewa itu, sehingga mereka menyakiti hati Tuhan. Demikianlah mereka meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka. Setiap kali mereka maju, tangan Tuhan melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka. 

Hal itu sesuai dengan peringatan yang disampaikan Tuhan kepada mereka dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak. Maka Tuhan membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan para perampok.

Tetapi para hakim pun tidak dihiraukan mereka, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Bangsa Israel segera menyimpang dari jalan yang ditempuh nenek moyang mereka yang mendengarkan perintah Tuhan. Mereka melakukan yang tidak patut.

Setiap kali, apabila Tuhan membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka Tuhan menyertai hakim itu, dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh selama hakim itu hidup. Sebab Tuhan berbelas kasih mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. 

Tetapi begitu hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat daripada nenek moyang mereka. Mereka mengikuti allah lain, beribadah dan sujud menyembah kepadanya. Dalam hal apa pun mereka tidak menghentikan perbuatan jahat dan kelakuan mereka yang tegar itu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved