Jumat, 1 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Senin 18 Agustus 2025, Harta dan Warisan  

Mari simak renungan Katolik Senin 18 Agustus 2025. Tema renungan Katolik harta dan warisan. baca renungan hari ini.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Senin 18 Agustus 2025, Harta dan Warisan  
TRIBUNFLORES.COM / HO-ANGGY BOEKAN
IKUT MISA - Umat saat misa di Gereja Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung, Jogjakarta, Minggu 16 Februari 2025.Mari simak renungan Katolik Senin 18 Agustus 2025. Tema renungan Katolik harta dan warisan. baca renungan hari ini. 

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Seorang pemuda kaya yang memiliki segala yang terbaik yang ditawarkan dunia, yaitu harta kekayaan dan keamanan, datang kepada Yesus karena ia merasa kurang satu hal. la menginginkan kedamaian dan kebahagiaan abadi yang tidak dapat dibeli dengan uang, yang dalam bahasa Injil disebut "hidup kekal". Sayangnya, jawaban Yesus sama sekali bukanlah yang dia inginkan.

Sebagai seorang Yahudi, sejak kecil ia telah menjalankan perintah Taurat. Sekalipun baik, Yesus tahu ada masalah berat dalam hatinya yang dapat menghalangi dia untuk sampai kepada Allah, yaitu kelekatan terhadap harta miliknya. la lebih percaya dan menaruh pengharapan dan keamanannya pada apa yang dia miliki. Ketika Yesus menantang dia untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya milik dan harta yang sejati, ia menjadi kecewa.

Hal yang paling kita inginkan adalah harta tertinggi kita. Tuhan sendiri sebenarnya harta terbesar kita. Meninggalkan segala sesuatu yang lain untuk memiliki Tuhan sebagai harta kita seharusnya bukanlah kesedihan, melainkan sukacita terbesar. Menjual semua yang kita miliki dapat berarti banyak hal, seperti kenalan dan teman kita, gaya hidup kita, apa yang kita lakukan saat waktu luang kita. Yesus menantang orang muda itu karena hatinya posesif. la takut memberi kepada orang lain karena takut kehilangan apa yang telah ia peroleh. Allah memberkati kita dengan kekayaan rohani yang jauh lebih besar daripada kesenangan sesaat dari kekayaan material. Apakah kita bersedia untuk berpisah dengan apa pun yang dapat menghalangi kita untuk mencari sukacita sejati bersama Yesus?

Tuhan, hanya Engkau yang dapat memuaskan kerinduan terdalam di hati kami. Jauhkanlah kami dari sikap posesif dan tidak puas serta berikanlah kami sukacita karena hanya Engkaulali satu-satunya harta dan warisan kami. Amin.  (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved