Kampung Garam di Maumere
LIPSUS : Bertahan Menjadi Petani Garam Lokal di Sudut Kota Maumere NTT
Garam adalah sumber penghasilan utama keluarga dan kearifan lokal yang membentuk identias masyarakat Kampung Garam di Maumere.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/petani-garam-perempuan-kampung-garam.jpg)
Laporan Reporter Magang TribunFlores.Com, Anselmus Nong Feri dan Petrus Lewo Hekin
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Tak jauh dari pusat kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat sebuah kampung yang memproduksi garam lokal.
Kampung tersebut bernama Kampung Garam yang berada di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, sebelah barat Pelabuhan Laurentius Say Maumere.
Kampung ini berada di wilayah pesisir utara kota Maumere, mata pencarian masyarakatnya adalah nelayan, petani garam, pedagang dan lainnya.
Nama kampung ini terbilang unik "Garam", asal muasal nama kampung ini karena warga sejak dulu kala sudah memproduksi garam halus.
Baca juga: Kampung Garam Makin Sempit, Romanus Desak Pemkab Sikka Bangun Tanggul
Garam lokal yang dihasilkan para petani melalui proses tradisional. Dari dalam pondok sederhana beratap daun kelapa mereka menghasilkan garam halus.
Tradisi pembuatan garam ini menjadi warisan masyarakat setempat, turun temurun dari generasi ke generasi.
Kini petani garam yang masih bertahan tersisa 10 orang. Sempitnya lahan pengolahan garam membuat sebagaian besar warga beralih profesi pada pekerjaan lain.