Sabtu, 2 Mei 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 22 Agustus 2025, Kasih yang Mengikat Segala Sesuatu

Mari simak renungan harian Katolik Jumat 22 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik kasih yang mengikat segala sesuatu.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Jumat 22 Agustus 2025, Kasih yang Mengikat Segala Sesuatu
TRIBUNFLORES.COM / HO-ARJAN
RENUNGAN HARIAN KATOLIK - Gereja Katolik Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo di Kabupaten Nagekeo.Mari simak renungan harian Katolik Jumat 22 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik kasih yang mengikat segala sesuatu. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Jumat 22 Agustus 2025.

Tema renungan harian Katolik kasih yang mengikat segala sesuatu.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk Jumat Biasa XX, Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu,  Santo Simforianus, Martir, dengan warna liturgi putih.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Jumat 22 Agustus 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik 

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 22 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Rut 1:1.3-6.14b-16.22

“Naomi pulang bersama-sama Rut dan tiba di Betlehem.”

Pada zaman para hakim pernah terjadi kelaparan di tanah Israel. Maka pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda, Elimelekh namanya, beserta isterinya dan kedua orang anaknya, ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.

Kemudian meninggallah Elimelekh, suami Naomi, sehingga Naomi tertinggal dengan kedua anaknya. Kedua anaknya itu lalu mengambil wanita Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut.

Dan mereka tinggal di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. Lalu matilah pula kedua anaknya, sehingga Naomi kehilangan suami dan kedua anaknya. Kemudian berkemas-kemaslah ia dengan kedua menantunya, mau pulang meninggalkan daerah Moab.

Sebab di daerah Moab itu Naomi telah mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. Orpa lalu mencium mertuanya, minta diri pulang ke rumahnya.

Tetapi Rut tetap berpaut pada mertuanya. Berkatalah Naomi, “Iparmu telah pulang kepada bangsanya dan kepada para dewanya.

Pulanglah juga menyusul dia!” Tetapi Rut menjawab, “Janganlah mendesak aku meninggalkan dikau dan tidak mengikuti engkau.

Sebab ke mana pun engkau pergi, ke situ pula aku pergi. Di mana pun engkau bermalam, di situ pula aku bermalam. Bangsamulah bangsaku, dan Allahmulah Allahku.”

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved