Rabu, 29 April 2026

Perbatasan Indonesia dan Timor Leste

Akademisi Undana Minta Pemerintah Segera Tegaskan Tapal Batas RI-Timor Leste

Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Yohanes Jimmy Nami, menyoroti bentrokan yang terjadi antara warga Distrik Oecusse

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Akademisi Undana Minta Pemerintah Segera Tegaskan Tapal Batas RI-Timor Leste
POSKUPANG.COM/DIONISIUS REBON
OLAH-Pelaksanaan olah TKP oleh Satreskrim Polres TTU dikawal aparat kepolisian Polres TTU, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat dan Anggota Kodim 1618/TTU,  Senin, 25 Agustus 2025. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Yohanes Jimmy Nami, menyoroti bentrokan yang terjadi antara warga Distrik Oecusse, Timor Leste, dan warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin 25 Agustus 2025.

Bentrokan itu diduga dipicu oleh persoalan tapal batas.

Menurut Jimmy, masalah batas wilayah antara Indonesia dan Timor Leste sudah berlangsung hampir 25 tahun tanpa adanya titik temu yang tegas.

"Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sengketa administratif wilayah justru akan mengganggu relasi sosial-kultural masyarakat perbatasan, baik di pihak Indonesia maupun Timor Leste," ujar Jimmy, Senin 25 Agustus 2025.

 

Baca juga: Bentrok di Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Wagub NTT Minta Masyarakat Tahan Diri 

 

Ia menambahkan, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan. 

Ketidakjelasan tapal batas, kata dia, berpengaruh besar terhadap sistem mata pencaharian, bahkan sering memicu konflik akibat klaim lahan dan pengelolaan tanah ulayat.

"Belum jelasnya tapal batas bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berisiko menimbulkan konflik antarwarga. Ini akan saling mendegradasi relasi kedua belah pihak," tegasnya.

Jimmy mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera mengambil langkah strategis dan progresif agar konflik serupa tidak terus diwariskan ke generasi berikutnya. 

Ia menekankan bahwa wilayah perbatasan seharusnya menjadi etalase kerja sama dan persahabatan antarbangsa, bukan sumber konflik.

"Tapal batas ini harus segera ditegaskan agar tidak lagi mengganggu habitat, lingkungan hidup, maupun kehidupan sosial masyarakat yang terdampak langsung," pungkasnya.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved