Perbatasan Indonesia dan Timor Leste
Akademisi Undana Minta Pemerintah Segera Tegaskan Tapal Batas RI-Timor Leste
Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Yohanes Jimmy Nami, menyoroti bentrokan yang terjadi antara warga Distrik Oecusse
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bentrok-di-perbatasan-RI-dan-Tiles.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Yohanes Jimmy Nami, menyoroti bentrokan yang terjadi antara warga Distrik Oecusse, Timor Leste, dan warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin 25 Agustus 2025.
Bentrokan itu diduga dipicu oleh persoalan tapal batas.
Menurut Jimmy, masalah batas wilayah antara Indonesia dan Timor Leste sudah berlangsung hampir 25 tahun tanpa adanya titik temu yang tegas.
"Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sengketa administratif wilayah justru akan mengganggu relasi sosial-kultural masyarakat perbatasan, baik di pihak Indonesia maupun Timor Leste," ujar Jimmy, Senin 25 Agustus 2025.
Baca juga: Bentrok di Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Wagub NTT Minta Masyarakat Tahan Diri
Ia menambahkan, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan.
Ketidakjelasan tapal batas, kata dia, berpengaruh besar terhadap sistem mata pencaharian, bahkan sering memicu konflik akibat klaim lahan dan pengelolaan tanah ulayat.
"Belum jelasnya tapal batas bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berisiko menimbulkan konflik antarwarga. Ini akan saling mendegradasi relasi kedua belah pihak," tegasnya.
Jimmy mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera mengambil langkah strategis dan progresif agar konflik serupa tidak terus diwariskan ke generasi berikutnya.
Ia menekankan bahwa wilayah perbatasan seharusnya menjadi etalase kerja sama dan persahabatan antarbangsa, bukan sumber konflik.
"Tapal batas ini harus segera ditegaskan agar tidak lagi mengganggu habitat, lingkungan hidup, maupun kehidupan sosial masyarakat yang terdampak langsung," pungkasnya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News