Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Selasa 26 Agustus 2025, Karya-karya Kebaikan
Mari simak renungan hari ini Selasa 26 Agustus 2025. Tema renungan hari ini karya-karya kebaikan. Baca renungan katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gereja-Katolik-Centrum-Paroki-Stellamaris-Danga.jpg)
Demikianlah Sabda tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan : Mzm. 139:1-3,4-6
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
Bacaan Injil : Mat. 23:23-26.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Ahli Taurat dan orang Farisi mengabdikan hidup mereka untuk mempelajari hukum Taurat. Lebih dari itu, dengan otoritas sebagai ahli hukum, mereka kemudian membagi Sepuluh Perintah Allah dan ajaran ke dalam ribuan aturan dan peraturan kecil. Mereka membuat berbagai penafsiran dari hukum Taurat sehingga banyaknya berjilid-jilid. Karena berfokus pada penafsiran, mereka justru mengabaikan hal-hal yang lebih penting dalam hukunn Taurat, seperti keadilan dan kasih Allah. Inilah yang menjadi sasaran kecaman Yesus.