Pengadaian Labuan Bajo
Pegadaian Berbagi: Dari Bantuan Sembako Untuk Kebersamaan Anak Panti
PT Pegadaian Cabang Labuan Bajo menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial melalui program “Pegadaian Berbagi” yang telah digelar di Panti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pengadaian-Labuan-Bajo-NTT.jpg)
TRIBUNFLORES.COM,LABUAN BAJO-PT Pegadaian Cabang Labuan Bajo menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial melalui program “Pegadaian Berbagi” yang telah digelar di Panti Asuhan St. Damian, Kelurahan Binongko, Labuan Bajo, pada Kamis (9/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pimpinan dan karyawan Pegadaian Cabang Labuan Bajo menyerahkan bantuan berupa sembako serta perlengkapan mandi dan kebersihan dengan total nilai sekitar Rp5 juta. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan tahun 2026.
Berdasarkan hasil wawancara dan foto yang diperoleh Tribun Flores pada Sabtu 11 April 2026 puluhan karyawan Pegadaian dan anak-anak panti berkumpul memegang simbol cinta dengan jari, menciptakan momen penuh keakraban.
Di depan mereka, tersusun rapi berbagai bantuan seperti beras, telur, minyak goreng, hingga perlengkapan mandi.
• Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership
Senyum anak-anak panti dan para pegawai menggambarkan kebahagiaan sederhana yang tercipta dari kepedulian.
Pimpinan Pegadaian Cabang Labuan Bajo, Stefly Melkias Mooy, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
“Program perusahaan kami ini bagian dari tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility. Kami ingin peduli dengan sesama masyarakat sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bermasyarakat,” ujarnya saat diwawancarai Tribun Flores, Sabtu (11/4).
Ia menjelaskan, setiap tahun Pegadaian memiliki tema berbeda dalam program sosialnya. Untuk tahun ini, fokus kegiatan adalah berbagi dengan panti asuhan, menyesuaikan kebutuhan yang telah disurvei sebelumnya.
“Bantuan yang kami bawa disesuaikan dengan kebutuhan panti, yaitu sembako dan perlengkapan kebersihan. Kami ingin bantuan ini benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Tak hanya memberikan bantuan materi, kegiatan ini juga diisi dengan interaksi hangat bersama anak-anak panti. Para pegawai menghabiskan waktu dengan bermain dan bernyanyi bersama, menciptakan suasana hiburan yang jarang mereka rasakan.
“Anak-anak terlihat senang karena merasa diperhatikan. Kami juga merasakan kepuasan tersendiri karena bisa menjadi bagian dari mereka,” ungkap Stefly.
Lebih jauh, ia menekankan Pegadaian tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki misi sosial. Selain membantu masyarakat, Pegadaian juga ingin memberikan edukasi keuangan sejak dini.
“Kami mengenalkan secara sederhana tentang Pegadaian. Ke depan, kami ingin masyarakat, termasuk generasi muda, memahami solusi keuangan yang aman, seperti investasi emas,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk menghindari praktik pinjaman online dan judi online yang merugikan, serta mulai belajar menabung.
“Kalau punya uang lebih, bisa mulai dari kecil, bahkan Rp10 ribu sudah bisa menabung emas di Pegadaian,” ungkap Stefly.
Program “Pegadaian Berbagi” ini akan terus berlanjut sebagai agenda rutin perusahaan, dengan tema yang berbeda setiap tahunnya.
Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap dapat terus hadir memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli.(ADV)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership |
|
|---|
| Kisah Heroik Kurniawati, Pasang Badan Lindungi Anak dari Reruntuhan Bangunan Saat Gempa Adonara |
|
|---|
| Empat Desa di Solor Flores Timur NTT Terdampak Gempa Belum Tersentuh Bantuan |
|
|---|
| Pasien Cuci Darah di RSUD Bajawa Bertambah, Banyak Berasal dari Luar Daerah |
|
|---|