PLN UIP Nusra
PLN UIP Nusra Kedepankan Pendekatan Budaya dalam Pengembangan Geothermal di Flores
Salah satunya, warga Poco Leok Kabupaten Manggarai, Tadi Sudapang, mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PT-PLN-Persero-Unit-Induk-Pembangunan-Nusa-Tenggara-PT-PLN.jpg)
Ringkasan Berita:
- PT PLN (Persero) UIP Nusra mengedepankan pendekatan budaya dalam pengembangan geothermal di Flores.
- Warga dan tokoh adat mulai memahami manfaat geothermal sebagai energi bersih untuk listrik jangka panjang.
- PLN melibatkan masyarakat dan pemerintah agar pengembangan berjalan berkelanjutan dan diterima warga.
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (PT PLN (Persero) UIP Nusra) terus mendorong pendekatan budaya dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Upaya ini dilakukan melalui dialog dan sosialisasi berkelanjutan bersama masyarakat, tokoh adat, serta pemerintah daerah agar pengembangan energi bersih dapat berjalan seiring dengan nilai sosial dan budaya lokal.
Sejumlah warga mulai memahami manfaat geothermal sebagai sumber energi ramah lingkungan yang mendukung kebutuhan listrik jangka panjang di daerah.
Salah satunya, warga Poco Leok Kabupaten Manggarai, Tadi Sudapang, mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Namun, sejak 2021 ia mulai mencari tahu setelah muncul berbagai dinamika di masyarakat.
Baca juga: Sinergi Strategis BPN Ende – PLN Dorong Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan
“Tahun 2022 saya ikut kegiatan tabe gendang di Poco Leok bersama teman-teman PLN. Saya datang bukan sebagai pendukung atau penolak, tetapi ingin memahami geothermal itu seperti apa,” ujarnya.
Melalui berbagai dialog tersebut, ia menilai PLN juga berupaya menjaga nilai budaya masyarakat dalam proses pembangunan.
“Saya memahami bahwa pembangunan ini tetap menghormati budaya masyarakat. Karena itu saya juga menjelaskan kembali kepada keluarga dan warga yang masih ragu,” katanya.
Geothermal Merupakan Energi Bersih
Hal senada disampaikan Ketua Gendang Desa Wewo, Hendrikus Ampak, yang menyebut pemahaman masyarakat semakin terbuka setelah mendapat penjelasan dari berbagai pihak, termasuk para ahli geothermal.
Menurutnya, geothermal merupakan energi bersih yang dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan listrik di Flores.
Ia juga mengingat masa ketika sebagian wilayah Flores masih mengalami keterbatasan listrik dan masyarakat bergantung pada lampu pelita sebelum adanya pembangkit listrik.
Sementara itu, tokoh adat Desa Dadawea Mataloko, Kabupaten Ngada, Leonardus Bhara, mengatakan pengembangan geothermal di wilayahnya juga dilakukan melalui pendekatan adat dan budaya.
Proses pelepasan lahan, kata dia, dilakukan melalui mekanisme adat sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat dan tanah ulayat.
| Sinergi Strategis BPN Ende – PLN Dorong Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan |
|
|---|
| PLN Tegaskan Komitmen Pengelolaan Lingkungan dan Penghijauan Berbasis Masyarakat |
|
|---|
| PLN Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Melalui Rumah Produksi Sari Temulawak Ulumbu |
|
|---|
| Penerimaan Masyarakat Jadi Kunci, PLN UIP Nusra Perkuat Pendekatan Sosial |
|
|---|
| Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Pengembangan Geothermal di NTT |
|
|---|