Kamis, 28 Mei 2026

PLN UIP Nusra

PLN UIP Nusra Kedepankan Pendekatan Budaya dalam Pengembangan Geothermal di Flores

Salah satunya, warga Poco Leok Kabupaten Manggarai, Tadi Sudapang, mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto PLN UIP Nusra Kedepankan Pendekatan Budaya dalam Pengembangan Geothermal di Flores
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO-PLN UIP NUSRA
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (PT PLN (Persero) UIP Nusra) terus mendorong pendekatan budaya dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Upaya ini dilakukan melalui dialog dan sosialisasi berkelanjutan bersama masyarakat, tokoh adat, serta pemerintah daerah agar pengembangan energi bersih dapat berjalan seiring dengan nilai sosial dan budaya lokal. Sejumlah warga mulai memahami manfaat geothermal sebagai sumber energi ramah lingkungan yang mendukung kebutuhan listrik jangka panjang di daerah. 

Ringkasan Berita:
  • PT PLN (Persero) UIP Nusra mengedepankan pendekatan budaya dalam pengembangan geothermal di Flores.
  • Warga dan tokoh adat mulai memahami manfaat geothermal sebagai energi bersih untuk listrik jangka panjang.
  • PLN melibatkan masyarakat dan pemerintah agar pengembangan berjalan berkelanjutan dan diterima warga.
 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (PT PLN (Persero) UIP Nusra) terus mendorong pendekatan budaya dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Upaya ini dilakukan melalui dialog dan sosialisasi berkelanjutan bersama masyarakat, tokoh adat, serta pemerintah daerah agar pengembangan energi bersih dapat berjalan seiring dengan nilai sosial dan budaya lokal.

Sejumlah warga mulai memahami manfaat geothermal sebagai sumber energi ramah lingkungan yang mendukung kebutuhan listrik jangka panjang di daerah.

Salah satunya, warga Poco Leok Kabupaten Manggarai, Tadi Sudapang, mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Namun, sejak 2021 ia mulai mencari tahu setelah muncul berbagai dinamika di masyarakat.

 

Baca juga: Sinergi Strategis BPN Ende – PLN Dorong Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

 

 

“Tahun 2022 saya ikut kegiatan tabe gendang di Poco Leok bersama teman-teman PLN. Saya datang bukan sebagai pendukung atau penolak, tetapi ingin memahami geothermal itu seperti apa,” ujarnya.

Melalui berbagai dialog tersebut, ia menilai PLN juga berupaya menjaga nilai budaya masyarakat dalam proses pembangunan.

“Saya memahami bahwa pembangunan ini tetap menghormati budaya masyarakat. Karena itu saya juga menjelaskan kembali kepada keluarga dan warga yang masih ragu,” katanya.

Geothermal Merupakan Energi Bersih

Hal senada disampaikan Ketua Gendang Desa Wewo, Hendrikus Ampak, yang menyebut pemahaman masyarakat semakin terbuka setelah mendapat penjelasan dari berbagai pihak, termasuk para ahli geothermal.

Menurutnya, geothermal merupakan energi bersih yang dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan listrik di Flores.

Ia juga mengingat masa ketika sebagian wilayah Flores masih mengalami keterbatasan listrik dan masyarakat bergantung pada lampu pelita sebelum adanya pembangkit listrik.

Sementara itu, tokoh adat Desa Dadawea Mataloko, Kabupaten Ngada, Leonardus Bhara, mengatakan pengembangan geothermal di wilayahnya juga dilakukan melalui pendekatan adat dan budaya.

Proses pelepasan lahan, kata dia, dilakukan melalui mekanisme adat sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat dan tanah ulayat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved