Kasus Rabies di Sikka

Pemkab Sikka Gencar Vaksinasi Hewan Penular Rabies

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan 2.520 dosis

|
Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/ ARNOLD WELIANTO
VAKSIN - Petugas kesehatan hewan sedang melakukan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka, 13 Mei 2023. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES. COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) genjar melakukan vaksin terhadap hewan penular rabies seperti anjing. Vaksinasi dilakukan untuk meminimalkan jumlah kasus rabies.

Tercatat selama tahun 2023 ini terdapat 10 kasus gigitan anjing rabies dan satu diantaranya meninggal dunia.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan 2.520 dosis vaksin hewan penular rabies (HPR) dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementan RI.

Dirinya mengaku saat ini sedang mempercepat proses vaksinasi, sehingga bisa mencegah terjadinya peningkatan kasus rabies di Kabupaten Sikka.

Baca juga: Waspada, KLB Rabies di Sikka: 518 Kasus Gigitan, 10 Anjing Positif Rabies, 1 Meninggal Dunia

 

Ia menuturkan pelaksanaan vaksinasi hewan penular rabies saat ini difokuskan pada daerah-daerah yang telah ada kasus gigitan anjing.

"Populasi anjing di Kabupaten Sikka ada sekitar 40-50 ribu ekor. Jadi saat ini kita muai menyuntikkan vaksin dengan prioritas daerah yang telah ada kasus gigitan anjing," Katanya saat memantau vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur, Jumat 12 Mei 2023.

Hingga saat ini kata dia proses vaksin masih terus berjalan. Dan pihaknya juga mengimbau agar warga tetap mengikat anjing-anjingnya di rumah atau dikandangkan.

"Bagi yang terkena gigitan anjing, langsung mencucinya dengan air bersih dengan sabun atau deterjen dan langsung melapor ke puskesmas atau rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya," tambah dia

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Emil Satriawan menyebut, ada tujuh kecamatan di kabupaten Sikka dinyatakan sebagai wilayah endemis rabies.

"Ada beberapa kecamatan yang masuk daerah endemis rabies, yakni Alok, Alok Barat, Alok Timur, Kangae, Nita, Lela, dan Magepanda," ujar Satriawan saat dihubungi TribunFlores.com

Ia mengatakan, telah meminta para semua camat untuk melakukan upaya pencegahan rabies di wilayah masing-masing.

Selain itu pihaknya berkoordinasi dengan dokter kesehatan hewan, petugas kesehatan hewan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved