Kasus Rabies di Sikka
Pemkab Sikka Gencar Vaksinasi Hewan Penular Rabies
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan 2.520 dosis
Laporan Reporter TRIBUNFLORES. COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) genjar melakukan vaksin terhadap hewan penular rabies seperti anjing. Vaksinasi dilakukan untuk meminimalkan jumlah kasus rabies.
Tercatat selama tahun 2023 ini terdapat 10 kasus gigitan anjing rabies dan satu diantaranya meninggal dunia.
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan 2.520 dosis vaksin hewan penular rabies (HPR) dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementan RI.
Dirinya mengaku saat ini sedang mempercepat proses vaksinasi, sehingga bisa mencegah terjadinya peningkatan kasus rabies di Kabupaten Sikka.
Baca juga: Waspada, KLB Rabies di Sikka: 518 Kasus Gigitan, 10 Anjing Positif Rabies, 1 Meninggal Dunia
Ia menuturkan pelaksanaan vaksinasi hewan penular rabies saat ini difokuskan pada daerah-daerah yang telah ada kasus gigitan anjing.
"Populasi anjing di Kabupaten Sikka ada sekitar 40-50 ribu ekor. Jadi saat ini kita muai menyuntikkan vaksin dengan prioritas daerah yang telah ada kasus gigitan anjing," Katanya saat memantau vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur, Jumat 12 Mei 2023.
Hingga saat ini kata dia proses vaksin masih terus berjalan. Dan pihaknya juga mengimbau agar warga tetap mengikat anjing-anjingnya di rumah atau dikandangkan.
"Bagi yang terkena gigitan anjing, langsung mencucinya dengan air bersih dengan sabun atau deterjen dan langsung melapor ke puskesmas atau rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya," tambah dia
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Emil Satriawan menyebut, ada tujuh kecamatan di kabupaten Sikka dinyatakan sebagai wilayah endemis rabies.
"Ada beberapa kecamatan yang masuk daerah endemis rabies, yakni Alok, Alok Barat, Alok Timur, Kangae, Nita, Lela, dan Magepanda," ujar Satriawan saat dihubungi TribunFlores.com
Ia mengatakan, telah meminta para semua camat untuk melakukan upaya pencegahan rabies di wilayah masing-masing.
Selain itu pihaknya berkoordinasi dengan dokter kesehatan hewan, petugas kesehatan hewan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Vaksin-Anjing-Rabies.jpg)