Berita NTT

Selamat Jalan, Lawo!

Sosok Nikolaus Fransiskus politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Kupang pergi selamanya di Jakarta mengejutkan banyak orang.

|
Editor: Egy Moa
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Kupang berpulang di Jakarta, Senin dini hari 3 Juni 2024. 

Oleh Dion DB Putra

POS-KUPANG.COM - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia alias GMNI yang kini mekar berbiak indah di persada Flobamora patut berterima kasih kepada duet ini. Duet Dua Frans.

Frans Lebu Raya dan Niko Frans. Pasangan Adonara-Nita. Frans Lebu Raya terlahir sebagai anak Adonara, Kabupaten Flores Timur. Niko Frans lahir di Nita, Kabupaten Sikka. Nita adalah tempat bermukim dua seminari tinggi terkemuka dunia, Ledalero dan Ritapiret.

Saya bersyukur menjadi akivis mahasiswa pada periode yang hampir sama dengan duet Dua Frans, meski mereka berdua lebih senior dari sisi usia.

Sebagai aktivis,  duet Dua Frans sangat aktif pada periode 1989-1993. Mereka merintis dan memimpin organisasi GMNI yang kemudian berjaya sampai hari ini.  

Pada periode yang sama (1989-1993) saya bergumul diri di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius.

Saya sempat mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMKRI Kupang periode 1992-1993.

Ketua PMKRI Kupang periode ini adalah abang Aloysius Min. Terakhir sebelum purnabakti dari ASN, dia menjabat Sekretaris Dinas Dikbud Provinsi  NTT.

Sebagai sesama aktivis mahasiswa hubungan kami sangat dekat dengan duet Dua Frans. Makin lengket lantaran sekretariat kami hanya berjarak kurang dari 50 meter.

Pada masa itu GMNI Kupang kontrak rumah yang mereka jadikan sekretariat dekat Margasiswa PMKRI di Jalan Soeharto No.20 Kupang. Jadi, hampir saban hari kami bersama, bercengkerama atau berdiskusi aneka soal.

Urusan makan minum bersama dalam kondisi apa adanya ala mahasiswa sangat kerap. Cukup sering kami makan nasi kosong (istilah Kupang yang artinya nasi tanpa lauk) atau hanya mie instan.

Di rumah kontrakan itu, saya melihat dan ikut merasakan perjuangan berat duet Dua Frans merajut organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang yang baru tumbuh.

Kala itu belum banyak orang di NTT yang mengenal GMNI termasuk di kalangan mahasiswa. Jauh berbeda dengan PMKRI yang kehadirannya sudah puluhan tahun di beranda Flobamora.

Frans Lebu Raya dan Niko Frans bersama pengurus dan anggota GMNI kala itu sangat gigih memperkenalkan organisasi mahasiswa ekstrakampus yang terkenal dengan motto pejuang pemikir dan pemikir pejuang ini.

Frans Lebu Raya merupakan aktivis PMKRI Kupang sebelum merintis pendirian GMNI. Sepengetahuan saya, tahun 1989 Frans Lebu Raya bertemu pengurus GMNI di Jakarta di sela kegiatannya sebagai mahasiswa teladan utusan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved