Berita NTT

Selamat Jalan, Lawo!

Sosok Nikolaus Fransiskus politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Kupang pergi selamanya di Jakarta mengejutkan banyak orang.

|
Editor: Egy Moa
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Kupang berpulang di Jakarta, Senin dini hari 3 Juni 2024. 

Dia sangat senang membully saya dan Viktus kalau kami berdua mulai omong mengenai perempuan di kampus atau di organisasi  yang kami incar menjadi kekasih hati.

"Kamu dua ini tiada hari tanpa omong perempuan. Omong tinggi sampai mulut berbusa-busa tidak ada hasilnya," begitu antara lain komentarnya. Pedis!

Nah, saat dia jatuh hati pada seorang gadis dari Lio, anggota GMNI Cabang Kupang juga kala itu,   giliran saya balas menyentil, "Aih ternyata lagi pendekatan dengan lawo. Baiklah calon eja (ipar), saya dukung seratus persen."

Dia mengulum senyum sambil sedikit berbisik mengeluarkan kata tiga huruf buat saya. Niko Frans yang lazim bersuara lantang, sontak memerah wajahnya. Malu-malu dia.

Sejak itulah diksi lawo menjadi sapaan kesayangan kami. Reu Viktus pun kadang menyapa abangnya Niko Frans dengan lawo. Singkat cerita Niko Frans akhirnya menikah dengan gadis Lio yang dikasihinya, saudariku Maria M Tensi.

Hemat saya, duet Dua Frans seolah ditakdirkan sebagai perintis. Tidak hanya di tubuh GMNI sebagai organisasi yang membentuk kader pemimpin bangsa.

Duet ini pula yang kira-kira satu dekade kemudian bersama tokoh NTT lainnya ikut merintis dan membesarkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pimpinan Megawati Soekarnoputri di Nusa Tenggara Timur.

Frans Lebu Raya adalah Ketua DPD PDIP Nusa Tenggara Timur setelah Anton Haba. Frans terpilih dalam konferensi daerah di Kota Ende.

Saya hadir sebagai wartawan Pos Kupang yang meliput kegiatan ini. Setelah terpilih dalam forum yang cukup menegangkan, Frans Lebu Raya baru dilantik sekitar pukul 02.30 dinihari Wita di Gedung Baranuri Ende. Hanya segelintir orang hadir saat itu termasuk Niko Frans.
 
Sejarah lalu mencatat Frans Lebu Raya terpilih menjadi wakil gubernur NTT (2003-2008) dan Gubernur NTT periode 2008-2018. Niko Frans  menjabat anggota DPRD Kota Kupang dan pengurus inti partai banteng tersebut.

Duet Dua Frans merupakan tokoh nasionalis yang konsisten pada garis perjuangan pro rakyat. Berintegritas tinggi. Aktivis sejati sejak mahasiswa yang teguh berjuang bagi marhaen.  

Ketika bangun pagi ini, Senin 4 Juni 2024, datang kabar yang tak ingin saya dengar. Niko Frans, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Kupang berpulang pada 3 Juni 2024 kira-kira pukul 01.30 WIB di Rumah Sakit Islam, Jakarta.

Oh Tuhan. Mengapa begitu lekas? Terakhir dia colek saya lewat komentar di Facebook. Agak lama memang kami tak bersua muka karena saya tugas di luar NTT.

Nusa Tenggara Timur kehilangan seorang tokoh lagi. Perasaan saya dan tuan puan yang mengenal duet Dua Frans hari ini kiranya mirip tiga tahun silam ketika abang Frans Lebu Raya berpulang pada 19 Desember 2021 di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar Bali.

Selamat jalan, Lawo. Bahagia kekal di sisiNya. Tuhan meneguhkan Weta Tensi, anak dan seluruh rumpun keluarga yang ditinggalkan. *

sumber: pos-kupang.com

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved