Kasus Rabies di Belu
Dinas Peternakan Belu Pastikan Kucing yang Gigit 11 Warga Atambua Positif Rabies
Seekor kucing menggigit 11 warga di Kelurahan Manumutin, Atambua, dan dinyatakan positif rabies setelah pemeriksaan laboratorium.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KUCING-RABIES-Kucing-rabiesSebanyak-11-warga-Kelurahan-Manumutin.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seekor kucing menggigit 11 warga di Kelurahan Manumutin, Atambua, dan dinyatakan positif rabies setelah pemeriksaan laboratorium.
- Semua korban telah dibawa ke puskesmas; 9 divaksin, 2 lainnya menunggu vaksin karena hipertensi.
- Tim Dinas Peternakan dan 30 petugas akan melakukan penyisiran hewan penular rabies dan vaksinasi menyeluruh di wilayah terdampak.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
TRIBUNFLORES.COM, ATAMBUA- Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu memastikan kucing yang menggigit 11 warga di RT 12 RW 03 dan RT 013, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yoos Djami, saat dikonfirmasi pada Minggu (15/3/2026) malam menjelaskan bahwa kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan terhadap otak kucing di laboratorium.
Menurutnya, kucing yang sebelumnya menggigit belasan warga itu telah berhasil ditangkap dan otaknya langsung diperiksa oleh dokter kesehatan hewan.
“Kucingnya sudah ditangkap. Kami sudah membawa kucing tersebut untuk memeriksa otaknya dan berdasarkan uji cepat oleh dokter keswan, hasilnya positif rabies,” jelasnya.
Baca juga: Kucing Positif Rabies Gigit 11 Warga Kota Atambua di Belu NTT
Koordinasi Lintas Sektor
Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Belu, camat, serta lurah setempat untuk melakukan langkah penanganan lanjutan guna mencegah penyebaran rabies di wilayah tersebut.
“Senin 16/3/2026) tim Pokja dari Dinas Peternakan akan turun melakukan penyisiran terhadap hewan penular rabies (HPR), baik kucing maupun anjing yang belum divaksin, sekaligus melakukan vaksinasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan dari 11 warga yang digigit kucing tersebut, sembilan diantaranya sudah dilakukan vaksin di Puskesmas sementara dua orang karena memiliki hipertensi, belum dilakukan vaksin.
Yoos juga memastikan ketersediaan stok vaksin rabies di dinas masih mencukupi.
“Saat ini stok vaksin masih tersedia sekitar 18.000 dosis. Rencananya pada Mei 2026 akan dilakukan vaksinasi pengulangan tahap ketiga,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas jika menemukan anjing atau kucing yang menunjukkan perilaku agresif agar dapat segera dilakukan penanganan.
Selain itu, masyarakat yang memiliki hewan peliharaan yang belum divaksin juga diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan vaksinasi.
“Ada sekitar 30 petugas yang akan melakukan vaksinasi secara menyeluruh dan dibagi di seluruh RT di Kelurahan Manumutin,” pungkasnya.
Kucing Positif Rabies
Sebelumnya, sebanyak 11 warga di RT 12 RW 03, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, menjadi korban gigitan seekor kucing yang dinyatakan positif rabies, Minggu (15/3/2026).
Para korban telah dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis dan vaksinasi.