Jumat, 1 Mei 2026

Berita Ende

Menuju 2030, Pemkab Ende Targetkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak 100 Persen

Data BPS Kabupaten Ende tahun 2024 menunjukkan bahwa akses air minum layak baru mencapai

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Menuju 2030, Pemkab Ende Targetkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak 100 Persen
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO/TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO 
TANDATANGAN - Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Ende dan WVI tentang Smart Wash Program, Kamis (4/12/2025) di Kantor Bupati Ende. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pemerintah Kabupaten Ende menetapkan target ambisius untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses air bersih dan sanitasi layak pada tahun 2030. 

Target tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6.

Data BPS Kabupaten Ende tahun 2024 menunjukkan bahwa akses air minum layak baru mencapai 59,82 persen, sedangkan akses sanitasi layak mencapai 73,95 persen. 

Sebagian besar masyarakat yang belum terpenuhi kebutuhannya berasal dari kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, dengan total 62.370 jiwa.

 

Baca juga: Inovasi Sanitasi Ende, WVI Luncurkan Proyek SMART WASH Kerjasama dengan Pemda

 

 

Untuk mencapai target universal ini, Pemkab Ende membutuhkan pembiayaan sekitar Rp73,9 miliar.

WVI Dukung Kabupaten Ende melalui Proyek SMART WASH

Wahana Visi Indonesia (WVI), melalui Proyek SMART WASH, ikut mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses air bersih dan sanitasi melalui pengembangan sistem pasar sanitasi serta skema pembiayaan alternatif. Proyek ini berjalan mulai Oktober 2025 hingga September 2027.

Program Manager WVI Zona NTT, Portunatas B. Tamba, menjelaskan kepada TribunFlores.com (4/12/2025) bahwa kolaborasi tersebut bertujuan memastikan seluruh anak dan keluarga di Kabupaten Ende dapat mengakses air bersih dan sanitasi yang memadai.

“Kolaborasi ini tidak hanya terkait akses air bersih, tetapi juga seluruh aspek kesehatan anak. Kami ingin memastikan anak-anak sehat sejak dalam kandungan hingga tumbuh tanpa ancaman stunting,” ujar Portunatas.

Ia mengungkapkan bahwa 20 desa dampingan di Kecamatan Detusoko, Lepembusu Kelisoke, dan Wawaria kini sudah mendapatkan akses air bersih serta mulai beralih menuju sanitasi layak. Masyarakat di wilayah ini juga telah menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS).

“Masih ada sebagian kecil yang belum memiliki air layak minum dan sanitasi sehat, dan itu yang sedang kami tingkatkan,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved