Berita Ende
BPBD Ende Imbau dan Minta Nelayan Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende mengimbau masyarakat khususnya warga pesisir dan para nelayan, untuk waspada.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
Ringkasan Berita:
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir dan para nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan
- terhadap potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir dan para nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta, menegaskan, pihaknya akan terus memperbarui imbauan terkait aktivitas masyarakat di wilayah pesisir, termasuk kegiatan melaut para nelayan.
“Himbauan untuk aktivitas warga di wilayah pesisir dan nelayan akan terus kami update. Kami minta nelayan agar mengikuti imbauan dari BMKG. Jika terjadi gelombang tinggi, sebaiknya tidak melaut terlebih dahulu dan tetap waspada terhadap ancaman abrasi,” tegas Marselus, Senin (12/1/2025) siang.
Sebelumnya, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, juga telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
Baca juga: Luapan Kali Loworea Rendam Puluhan Rumah, Camat Wewaria : Ini Kejadian Tahunan
Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi pada periode 6 hingga 13 Januari 2026.
Berdasarkan siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang, wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini berada dalam periode musim hujan.
Selain itu, terpantau adanya sirkulasi siklonik di wilayah utara Benua Australia yang membentuk daerah belokan angin, serta aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin.
| Luapan Kali Loworea Rendam Puluhan Rumah, Camat Wewaria : Ini Kejadian Tahunan |
|
|---|
| Longsor di Dinding Danau Kelimutu Ende Picu Gelombang, Status Gunung Normal |
|
|---|
| Badan Jalan Provinsi di Utara Flores Ambruk, Kadis PU Ende: Tidak Mau Gegabah |
|
|---|
| Rumah Warga di Dusun Paupanda 2 Wewaria Ende Terendam Banjir, Puluhan KK Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gelombang-tinggi-di-Perairan-Maumere-Sikka.jpg)