Selasa, 28 April 2026

Berita Ende

Pemadaman Listrik di Ndori Picu Protes Warga, Manjer ULP PLN Ende: Disebabkan Cuaca Buruk

Manajer ULP PLN Ende, menjelaskan bahwa pemadaman disebabkan oleh kerusakan jaringan akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Pemadaman Listrik di Ndori Picu Protes Warga, Manjer ULP PLN Ende: Disebabkan Cuaca Buruk
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
PEMULIHAN JARINGAN- Petugas PLN ULP Ende memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Ende, Minggu (18/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gangguan pasokan listrik itu berlangsung selama beberapa hari terakhir dan sempat berujung pada kemarahan warga terhadap petugas di lapangan, Minggu (18/1/2026).
  • Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ende, menjelaskan bahwa pemadaman disebabkan oleh kerusakan jaringan akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.
  • Cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan jaringan di 21 titik yang tersebar pada penyulang 12 hingga 17. Gangguan ini berdampak pada pasokan listrik di wilayah Ndori.

 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE- Pemadaman listrik yang terjadi di Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, memicu keluhan dan protes warga. 

Gangguan pasokan listrik itu berlangsung selama beberapa hari terakhir dan sempat berujung pada kemarahan warga terhadap petugas di lapangan, Minggu (18/1/2026).

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ende, Immer R. Pakpahan, menjelaskan bahwa pemadaman disebabkan oleh kerusakan jaringan akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

Cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan jaringan di 21 titik yang tersebar pada penyulang 12 hingga 17. Gangguan ini berdampak pada pasokan listrik di wilayah Ndori,” kata Immer saat dihubungi TribunFlores.com, Senin (19/1/2026).

 

Baca juga: Pengaruh Bibit Siklon 97S, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di NTT

 

 

Menurut Immer, dalam kondisi tersebut PLN menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan perbaikan pada jalur utama agar aliran listrik dapat kembali menyala di wilayah yang terdampak lebih luas.

Proses perbaikan, kata dia, menghadapi kendala teknis di lapangan. Sejumlah tiang listrik yang rusak berada di atas bukit sehingga menyulitkan akses petugas, ditambah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

“Posisi tiang berada di atas bukit. Akses cukup sulit dan sangat bergantung pada kondisi cuaca,” ujarnya.

Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai pemadaman listrik hingga delapan hari, Immer menyebut hal tersebut perlu dikonfirmasi kembali.

“Informasi delapan hari perlu disinkronkan. Dari data kami, pemadaman belum berlangsung selama itu,” katanya.

 

Baca juga: BMKG NTT Sebut Penyebab Cuaca Ekstrem dan hingga Daftar Daerah Terdampak 

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved