Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Ende

Anggota DPRD Ende Temukan Puskesmas Tanpa Dokter dan Ruangan Obat Retak

Puskesmas Ndona tidak memiliki dokter, apoteker, atau tenaga gizi, hanya ada perawat, bidan, dan analis.

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Anggota DPRD Ende Temukan Puskesmas Tanpa Dokter dan Ruangan Obat Retak
TRIBUNFLORES.COM/HO-MEGY SIGASARE
RUANGAN RETAK  - Retakan pada dinding ruangan penyimpanan obat di Puskesmas Ngalupolo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Kamis 26 Februari 2026. 

 

Ringkasan Berita:
  • Puskesmas Ndona tidak memiliki dokter, apoteker, atau tenaga gizi, hanya ada perawat, bidan, dan analis.
  • Puskesmas Ngalupolo ditemukan retakan di ruangan penyimpanan obat, berisiko bagi keamanan dan kualitas obat.
  • Dorong pemerataan dokter, perbaikan fasilitas, dan dukungan biaya pendidikan bagi mahasiswa kedokteran asal Ende.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Menindaklanjuti ketiadaan tenaga dokter di sejumlah puskesmas di Kabupaten Ende, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende, Flavianus Waro bersama Ketua Komisi III DPRD Ende, Megy Sigasare melakukan peninjauan langsung ke dua dari lima Puskesmas yang belum memiliki dokter, Kamis (26/2/2026) siang.

Dua puskesmas yang dikunjungi yakni Puskesmas Ndona dan Puskesmas Ngalupolo.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya menemukan sejumlah persoalan serius, mulai dari kekurangan tenaga kesehatan hingga kerusakan fisik bangunan puskesmas.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende, Megy Sigasare menjelaskan, saat monitoring di Puskesmas Ndona, keduanya menemukan sejumlah fasilitas kesehatan tersebut belum memiliki tenaga dokter, dokter gigi, perawat gigi, tenaga rekam medis, apoteker, asisten apoteker, maupun tenaga gizi.

Baca juga: 5 Puskesmas di Ende Tanpa Dokter, Megy Sigasare: Jangan Sekadar Jadi Catatan

Kekurangan Nakes

“Saat ini di Puskesmas Ndona hanya tersedia perawat, bidan, dan tenaga analis. Padahal kebutuhan pelayanan masyarakat terus meningkat,” ujar Megy.

Selain kekurangan tenaga kesehatan, Puskesmas Ndona juga masih minim sarana dan prasarana penunjang pelayanan, seperti meubeler, pendingin ruangan (AC), alat tulis kantor (ATK), komputer, hingga printer serta sejumlah sarana prasarana penunjang lainnya.

Ironisnya, sejak diresmikan beberapa waktu lalu, jumlah kunjungan masyarakat ke Puskesmas Ndona terus mengalami peningkatan. 

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan jika tidak segera ditangani.

Sementara itu, di Puskesmas Ngalupolo, dua anggota DPRD Kabupaten Ende masing-masing dari dari Partai NasDem dan Partai Golkar itu menemukan adanya retakan pada dinding ruangan penyimpanan obat.

Kerusakan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keamanan dan kualitas penyimpanan obat-obatan, sehingga perlu segera diperbaiki.

Puskesmas Ngalupolo sendiri saat ini melayani satu desa, sehingga secara jangkauan pelayanan relatif lebih terfokus. 

Namun, tantangan utama di wilayah ini adalah kondisi geografis yang cukup sulit.

Wilayah pelayanan Puskesmas Ngalupolo mencakup daerah seperti Reka, Kekasewa, dan Nila yang memiliki medan berat dan akses yang tidak mudah dijangkau.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved