Jumat, 8 Mei 2026

Berita Ende

Bupati Ende Disebut Tukang Gusur, Yosef Badeoda: Saya Tidak Peduli, Saya Mau Membangun 

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda kerap disebut bupati tukang gusur oleh sebagian masyarakat dan netizen di Ende.

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Bupati Ende Disebut Tukang Gusur, Yosef Badeoda: Saya Tidak Peduli, Saya Mau Membangun 
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
BERI KETERANGAN- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda saat diwawancarai di Rujab Bupati, Selasa (5/5/2026). Ia menanggapai kritikan masyarakat terkait penertiban asset dan menurut dia ingin membangun Kabupaten Ende. 
Ringkasan Berita:
  • Yosef Benediktus Badeoda menertibkan aset Pemda untuk meningkatkan PAD dan membiayai pembangunan.
  • Banyak aset di Kabupaten Ende dinilai dikelola buruk dan disalahgunakan (kontrak di atas kontrak).
  • Kebijakan ini menuai kritik karena berdampak pada penggusuran warga, meski Bupati tetap melanjutkan.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda kerap disebut bupati tukang gusur oleh sebagian masyarakat dan netizen di Kabupaten Ende.

Anggapan ini menyusul adanya kebijakan penertiban aset Pemerintah Kabupaten Ende dibawah pimpinan Bupati Yosef Badeoda dengan menggusur beberapa lokasi di Kota Ende yang diklaim dibangun diatas aset Pemda bahkan garis sempadan pantai.

Menanggapi anggapan masyarakat dan netizen, Bupati Yosef menegaskan, untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Ende hanya bisa mengelola aset dengan sebaik mungkin.

Baca juga: Hardiknas 2026 di Ende, Bupati Ende Beberkan Banyak Sekolah Bocor, Gaji Guru Honorer Rendah

Kelola Aset

"Aset kita banyak sekali dan ini tidak diolah dengan benar sehingga kita tidak dapat PAD kita, kalau kita bisa olah dengan benar, kita bisa sewa kepada orang, kita amankan dulu kemudian kita sewakan atau kita berdayakan aset-aset itu untuk mendapatkan pemasukan buat kita dan itu bisa dijadikan anggaran buat pembangunan juga," tegasnya Selasa (5/5/2026).

Ia menegaskan, aset-aset tersebut milik masyarakat Kabupaten Ende yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Ende ini, selama ini aset pemerintah dibiarkan begitu saja tanpa pengelolaan yang baik dan benar untuk kepentingan masyarakat.

"Saya melihat selama ini aset Pemda itu dibiarkan berantakan, tidak diamankan, tidak ditertibkan, tidak dijaga, orang pakai dengan seenaknya dan ini permainan juga semuanya baik dari luar maupun dari dalam, dari dalam bisa saja dari OPD-OPD, pimpinan OPD yang punya aset disini, dia sewa ke orang, kontrak diatas kontrak," ungkapnya gamblang.

Salah satu aset yang disebutkan yakni di Jalan Kelimutu tepat di depan SMP Negeri 1 Ende.

Menurut dia, salah satu bangunan di lokasi itu berdiri lahan kontrak diatas kontak.

"Ini aset kita punya, ada sertifikat, tapi orang kontrak di atas kontrak, kalau terus-terusan begini bagaimana, apakah saya harus diam saja, orang bilang saya tukang gusur, saya tidak peduli, yang penting saya jalankan tugas saya benar, selesaikan tugas saya lima tahun ini dengan benar dan saya harus bisa membangun, saya tidak mungkin membangun ini tanpa uang, uang itu saya harus cari dari kelola aset," tegas politisi PDI-P ini.

Beberapa aset Pemda Ende berupa tanah yang telah berhasil diamankan diantaranya kompleks SMEA lama, sepanjang Pantai Ndao, jalan Nangka, jalan Irian Jaya dan beberapa lahan lain akan juga ditertibkan. (Bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved