Erupsi Gunung Lewotobi Laki laki
Enam Jam Lewotobi Laki-laki Alami 11 Gempa Tremor dan 6 Gempa Vulkanik Dalam
Aktivitas kegempaan pada Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih relatif tinggi dengan status Level IV
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/LEWOTOBI-GEMPA-VULKANIK-DALAM.jpg)
Ringkasan Berita:
- Status Gunung Lewotobi Laki-laki: Masih berada pada Awas dengan aktivitas kegempaan relatif tinggi.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi serta 7 km sektoral barat laut dan timur laut.
- Tiltmeter menunjukkan pola stabil setelah inflasi, menandakan tekanan magma sudah dekat permukaan dan berpotensi erupsi.
- Masih ada fluktuasi vertikal, dengan tren penurunan tiga hari terakhir. Ini menunjukkan magma tetap bergerak ke bagian dangkal, meski lebih lambat.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Aktivitas kegempaan pada Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih relatif tinggi dengan status Level IV atau Awas.
Hingga Kamis (27/11/25), terhitung sejak pukul 00.00-06.00 Wita, Gunung di antara Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang ini mengalami 6 kali gempa vulkanik dalam, 11 gempa tremor non harmonik, dan 2 kali gempa tektonik jauh.
"Masyarakat diminta tidak melakukan aktiviras apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi serta 7 kilometer sektoral barat laut dan timur laut," imbuh Kepala Pos PGA Lewotobi di Desa Pululera, Herman Yosef Mboro.
Baca juga: Bupati Ngada Apresiasi Temuan Lapangan Tim ITB untuk Pengembangan Kawasan Transmigrasi
Sementara data kegempaan tanggal 25 sampai 26 November hingga pukul 12.00 WITA, terjadi 1 kali gempa hembusan, 71 kali gempa tremor non harmonik, 85 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali tektonik lokal, dan 6 kali gempa tektonik jauh.
Data visual dan kegempaan menunjukkan tren kenaikan dan tingkat aktivitasnya masih tergolong tinggi.
Data deformasi dari tiltmeter memperlihatkan pola yang relatif stabil setelah sebelumnya mengalami inflasi.
"Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan magma telah mencapai area dekat permukaan dan hanya menunggu waktu untuk dilepaskan melalui erupsi," ucapnya.
Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan fluktuasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir.
Namun, dalam tiga hari terakhir terpantau adanya penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan magma dari kedalaman menuju bagian dangkal masih berlangsung, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat. (Cbl)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| DPRD Flores Timur Tolak Rencana Pemerintah Daerah Pinjam Uang Bangun Jalan dan Irigasi |
|
|---|
| Bupati Ngada Apresiasi Temuan Lapangan Tim ITB untuk Pengembangan Kawasan Transmigrasi |
|
|---|
| Renungan Hari Ini Kamis 27 November 2025, Setia Menanti Keselamatan dari Allah |
|
|---|
| Menang Adu Penalti Lawan Persamba, Kota Kupang Lawan SBD di Perempat Final ETMC XXXIV Ende |
|
|---|